RADAR GRESIK – Menunaikan ibadah haji dan umrah tidak hanya membutuhkan kesiapan mental dan spiritual, tetapi juga kondisi fisik yang prima. Kebugaran tubuh menjadi modal utama agar jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci secara maksimal.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, M.M., M.Kes., saat menjadi narasumber dalam sesi talk show Pameran Gresik Umrah dan Haji Fest 2026.
Ajang tersebut diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Gresik bekerja sama dengan Radar Gresik di Atrium Gressmall, Gresik.
Baca Juga: Pameran Gresik Umrah dan Haji Fest 2026 Resmi Ditutup: Maghfiroh Tebar Promo Gratis Umrah
Dalam kesempatan tersebut, dr. Khusnah juga turut menyerahkan hadiah secara langsung kepada para pemenang Lomba Tahfidz Qur'an yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
"Pameran ini memberikan edukasi penting kepada masyarakat tentang bagaimana mempersiapkan keberangkatan secara matang, termasuk dari sisi kesehatan. Ibadah haji dan umrah ini mayoritas adalah ibadah fisik. Diharapkan jemaah yang berangkat dalam kondisi sehat, sehingga bisa melaksanakan ibadah secara maksimal dan pulang ke Tanah Air juga dalam kondisi sehat," ujar dr. Khusnah.
dr. Khusnah menjelaskan bahwa skrining kesehatan merupakan tahapan krusial untuk mendeteksi secara dini faktor risiko maupun penyakit yang dapat memengaruhi kemampuan fisik jemaah. Rangkaian pemeriksaan medis mencakup organ-organ vital, mulai dari fungsi jantung, ginjal, hati, hingga kondisi fisik secara menyeluruh.
Baca Juga: Warga Gresik Sumringah, 244 KPM di Tanjung Dapat Bantuan 30 Kilogram Beras
Proses evaluasi medis calon jemaah kini semakin akurat berkat dukungan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) yang terintegrasi langsung dengan data pelayanan kesehatan nasional.
"Melalui Siskohatkes, riwayat medis jemaah dapat terpantau secara presisi. Misalnya, jika ada riwayat penyakit berat seperti kanker atau gagal ginjal yang pernah ditangani sebelumnya, data riwayat pengobatan tersebut dapat diketahui melalui sistem untuk menentukan status Istitha'ah kesehatan jemaah," paparnya.
Lebih lanjut, dr. Khusnah mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap usia muda sebagai jaminan bebas dari penyakit kronis. Saat ini, fenomena masalah kesehatan serius seperti gangguan fungsi ginjal juga berpotensi dialami kelompok usia muda.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Kosong Dekat Pabrik di Manyar Resahkan Warga, Damkar Gresik Terjunkan 8 Personel
Sesuai dengan regulasi Istitha'ah Kesehatan Haji, terdapat beberapa kriteria medis berat yang menyebabkan seseorang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan (unfit) untuk diberangkatkan. Di antaranya:
- Gagal ginjal stadium lanjut yang membutuhkan terapi cuci darah (hemodialisis).
- Penyakit jantung berat dan penyakit paru-paru kronis tertentu.
- Penyakit menular aktif seperti Tuberkulosis (TBC).
- Kanker tertentu yang masih dalam proses terapi aktif atau mengganggu fungsi organ vital.
"Intinya, penyakit yang mengganggu fungsi organ-organ utama perlu menjadi perhatian serius. Kami mengimbau masyarakat yang berencana menunaikan ibadah haji maupun umrah untuk tidak baru memeriksakan diri saat mendekati jadwal keberangkatan, melainkan wajib membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini," pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik