Cegah Penularan Kasus HIV di Gresik, Dinsos Terjunkan Tim ke Sekolah

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 10:45 WIB
EDUKASI : Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinas Sosial (Dinsos) Gresik melakukan edukasi pencegahan HIV di sekolah. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
EDUKASI : Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinas Sosial (Dinsos) Gresik melakukan edukasi pencegahan HIV di sekolah. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK — Kasus penderita HIV terus menjadi perhatian bersama di Kabupaten Gresik. Sebagai langkah pencegahan konkret, upaya edukasi secara intensif gencar dilakukan, salah satunya dengan menyasar lingkungan sekolah dan keluarga.

Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik mulai aktif mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi pencegahan perilaku berisiko.

Berdasarkan data LK3 Gresik, temuan kasus baru HIV sejak awal tahun 2026 didominasi oleh kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), yaitu tercatat sebanyak 24 kasus atau sekitar 26 persen. Sementara itu, kategori pasangan risiko tinggi (risti) mencapai 16 kasus atau sekitar 17 persen.

Baca Juga: Jangan Tunggu Viral, Wabup Alif Minta Seluruh OPD Gresik Cepat Tanggap Aduan Warga

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Gresik sekaligus Pembina LK3, Choirul Arif, menyampaikan bahwa sosialisasi dilaksanakan secara bertahap ke sekolah-sekolah. Menariknya, kegiatan edukasi ini tidak hanya melibatkan para siswa, melainkan juga menghadirkan para wali murid.

“Ini agar lebih efektif pencegahannya. Lalu tren kasus yang ditangani dalam beberapa tahun terakhir ini adalah anak usia sekolah dan salah satu permasalahan belajar yang dialami siswa bersumber dari permasalahan keluarga,” kata Arif.

Ia menegaskan bahwa pencegahan terhadap perilaku berisiko harus ditanamkan sejak dini. Lingkungan keluarga, sekolah, hingga area bermain anak memegang peranan kunci dalam membentuk kondisi psikososial yang sehat bagi anak.

Baca Juga: Peringati HUT ke-78 Polwan, Kapolres Gresik Tekankan Profesionalisme dan Sikap Bijak Bermedia Sosial

“Tujuannya agar anak nyaman di keluarga, aman di sekolah. Itu langkah awal untuk mencegah permasalahan psikososial,” ujarnya.

Arif menambahkan, rangkaian kegiatan sosialisasi ini akan digelar secara bergantian dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Materi edukasi tidak hanya berfokus pada pencegahan HIV semata, tetapi juga menyentuh akar persoalan keluarga dan masalah psikososial yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak.

“Kemarin sosialisasi meliputi berbagi informasi permasalahan yang dihadapi oleh keluarga dan anak, cara mencegah dan menangani permasalahan psikososial, edukasi psikososial pada siswa dan penyusunan prosedur pencegahan dan penanganan jika terjadi permasalahan psikososial,” tutupnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
AIDS gresik hiv Sekolah DINKES