Tekan Lonjakan Mata Minus pada Anak, Eyelink Group Luncurkan Gerakan Sosial Vision Fest Myopia Care – Natamata

Riri Masfardian • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:38 WIB
Sinergi : Belasan sekolah dari Gresik dan Lamongan komitmen mendukung penguatan “ Gerakan Sadar Mata”. (Foto : Riri/Radar Gresik)
Sinergi : Belasan sekolah dari Gresik dan Lamongan komitmen mendukung penguatan “ Gerakan Sadar Mata”. (Foto : Riri/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Kasus gangguan refraksi atau mata minus (myopia) pada anak di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan data rujukan Kementerian Kesehatan, prevalensi gangguan refraksi anak melonjak signifikan dari 26 persen pada 2013 menjadi 40 persen pada 2023. Kondisi ini berpotensi mengganggu proses belajar, kualitas hidup, hingga capaian prestasi anak.

Merespons kondisi tersebut, Eyelink Group meluncurkan gerakan sosial sadar mata bertajuk “Vision Fest Myopia Care – Natamata”. Inisiatif yang dipelopori oleh Optik Natamata ini mengusung peran Myopia Care (Protecting the Vision of Future Generation).

Baca Juga: 16 Tahun Berkarya, Eyelink Group Targetkan Gresik Jadi Pusat Mata Nasional

Presdir Eyelink Group, M. Rusli, ST., MMT., M.M., menegaskan bahwa fokus utama gerakan ini tidak sekadar menghitung angka kasus, melainkan menahan laju pertumbuhan minus pada anak.

"Dari peningkatan kasus mata ini, yang perlu menjadi perhatian bukan hanya jumlah kasusnya, namun bagaimana kita mampu menekan progresivitas atau pertumbuhan minus pada anak. Penglihatan yang optimal merupakan fondasi penting bagi anak untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi," ujar M. Rusli dalam acara yang digelar di Hotel Aston Gresik, Rabu (12/8).

Sebagai langkah awal, Eyelink Group menggandeng 15 sekolah terpilih dari Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan yang berkomitmen bersama mencegah myopia. Sekolah asal Gresik yang terlibat meliputi Rumah Qur’an Al Ummah, SD IT Al Ibrah, SD Almadany, SD NU Nurul Islah, SD Muhammadiyah 1 GKB, UPT SDN 4 Gresik, UPT SDN 49 Gresik, SD Global School Al Ibrah, dan SD SIG. Sementara dari Lamongan di antaranya SDN Made 4, SDN Jetis 3, SD IT Cendekia, MI Unggulan Sabilillah (MIUS), serta SD Muhammadiyah Lamongan.

Presdir Eyelink Group, M. Rusli, ST., MMT., M.M., bersama dinas terkait dan saat melakukan penyempurnaan pemasangan puzzle teknologi kesehatan mata. (Foto : Riri/Radar Gresik)
Presdir Eyelink Group, M. Rusli, ST., MMT., M.M., bersama dinas terkait dan saat melakukan penyempurnaan pemasangan puzzle teknologi kesehatan mata. (Foto : Riri/Radar Gresik)

Program ini turut didukung penuh oleh ekosistem layanan kesehatan Eyelink Group, seperti RS & Klinik Mata KMU, National Eye Center (NEC), dan Optik Natamata.

Direktur Optik Natamata, Muhammad Rijaal Alhaq, S.M., menambahkan bahwa penanganan penglihatan anak erat kaitannya dengan pencapaian akademis dan penyiapan generasi emas 2045. Mengutip data PISA 2022, sebanyak 82 persen siswa Indonesia usia 15 tahun belum mencapai kompetensi minimum matematika, di mana faktor kesehatan penglihatan sering kali terabaikan.

"Penglihatan yang baik merupakan fondasi penting agar anak dapat menerima pembelajaran secara maksimal. Pengendalian myopia butuh kolaborasi dari orang tua, sekolah, penyedia layanan kesehatan, hingga pemerintah," terang Rijaal.

Baca Juga: Eyelink Foundation Bagikan 5.000 Kacamata Baca Gratis untuk Pekerja Non Sektoral

Dari sisi medis, Dokter Spesialis Mata Eyelink Group, dr. Ria Sandy Deneska, Sp.M (K), memaparkan bahwa teknologi saat ini sangat mendukung pengendalian mata minus. Penanganan Myopia Care dapat dilakukan melalui koreksi kacamata yang tepat, penggunaan lensa Defocus, obat tetes khusus, Orthokeratology (Ortho-K), hingga EDOF softlens berdasarkan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter mata.

Langkah preventif ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Puspitasari Wardani, menyambut positif kolaborasi lintas sektor tersebut.

“Kami mengapresiasi hadirnya Gerakan Sosial Vision Fest Myopia Care – Natamata sebagai upaya memperkuat edukasi, deteksi dini, dan pencegahan di lingkungan sekolah. Sebab, anak yang dapat melihat dengan baik akan memiliki kesempatan belajar dan berkembang secara optimal,” pungkas dr. Puspitasari. (rir/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
kesehatan Eyelink gresik mata pendidikan