RADAR GRESIK – Langkah Gresik United (GU) untuk promosi ke Liga 2 semakin terjal. Laskar Joko Samudro kembali harus menelan pil pahit setelah dipaksa menyerah dengan skor 1-2 saat menjamu Perseden Denpasar dalam lanjutan laga Grup D Liga Nusantara.
Kekalahan ini menjadi kekalahan ketiga bagi Gresik United di fase ini. Sebelumnya, GU juga gagal meraih poin saat berhadapan dengan Perseta Lembata (0-2) dan Persekabpas Pasuruan (1-2) pada laga perdana.
Hasil minor ini membuat posisi GU tertahan di peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 6 poin.
Gresik United sebenarnya mengawali laga dengan sangat meyakinkan. Baru berjalan tiga menit, pendukung tuan rumah bersorak setelah wasit menunjuk titik putih.
Roy Ivansyah yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kerasnya merobek jala Perseden dan membawa GU unggul 1-0.
Namun, Perseden Denpasar yang dipimpin penyerang senior I Nyoman Sukarja tidak tinggal diam. Gelombang serangan terus dilancarkan tim tamu. Menjelang turun minum, tepatnya menit ke-45, kapten Perseden I Made Antha berhasil menyamakan kedudukan melalui sepakan keras dari luar kotak penalti.
Memasuki babak kedua, tim berjuluk Laskar Catur Muka ini justru berbalik unggul. Melalui skema bola mati di menit ke-52, I Komang Dedi memenangkan duel udara dan menyundul bola ke gawang GU. Skor berbalik 1-2 untuk keunggulan Perseden yang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Gresik United, Andik Ardiansyah, mengaku sangat kecewa dengan hasil ini. Ia menyoroti kegagalan anak asuhnya dalam mengantisipasi situasi set piece lawan, padahal hal tersebut sudah menjadi bahan evaluasi di latihan.
“Kami tidak bisa meredam antisipasi bola-bola mati mereka, baik corner maupun free kick. Sebenarnya sudah kami antisipasi sebelum pertandingan, tapi di lapangan anak-anak kurang fokus. Kami betul-betul kecewa,” ungkap Andik.
Menghadapi putaran kedua, Andik menegaskan akan melakukan perombakan besar di semua lini.
“Banyak evaluasi, baik dari pertahanan, tengah, maupun depan. Kami tetap akan fokus untuk pertandingan berikutnya demi hasil yang positif,” tambahnya.
Senada dengan pelatih, penyerang GU Wahyu Agung membeberkan adanya masalah komunikasi di lapangan. Ia merasa tim tampil terlalu terburu-buru sehingga organisasi permainan tidak berjalan maksimal.
“Kendala di komunikasi dan jarak antar pemain. Kami terlalu tergesa-gesa mau menyerang di babak pertama, jadi tidak kompak. Ditambah lagi free kick dari lawan sangat berbahaya dan kami kecolongan di situ,” pungkas Wahyu.
Dengan sisa pertandingan yang ada, posisi Gresik United kini terancam disalip oleh Persebata Lembata yang membayangi di posisi kelima dengan 4 poin dan menyisakan tabungan pertandingan. (jar/han)
Editor : Hany Akasah