Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Yenny Wahid dan Senator Lia Istifhama Hadiri Haul ke-16 serta Tasyakuran Gelar Pahlawan Gus Dur di Taman Bungkul

Hany Akasah • Jumat, 19 Desember 2025 | 19:39 WIB
Hadir di tengah-tengah massa, putri Gus Dur, Yenny Wahid, serta Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama.
Hadir di tengah-tengah massa, putri Gus Dur, Yenny Wahid, serta Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama.

RADAR GRESIK — Suasana khidmat menyelimuti Taman Bungkul, Surabaya, pada Kamis (18/12/2025) saat Barikade Gus Dur (BGD) Jawa Timur menggelar peringatan Haul ke-16 KH. Abdurrahman Wahid.

Acara tahun ini terasa lebih istimewa karena sekaligus menjadi momentum tasyakuran atas penetapan resmi Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional oleh negara.

Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Budaya Etika Demokrasi Gus Dur” ini dihadiri oleh ribuan pecinta Gus Dur dari berbagai daerah. Hadir di tengah-tengah massa, putri Gus Dur, Yenny Wahid, serta Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama.

Selain itu, tampak pula perwakilan dari Pemprov Jawa Timur, jajaran Forkopimda Surabaya, Kementerian Agama, serta para tokoh lintas agama yang mencerminkan semangat pluralisme Sang Bapak Bangsa.

Dalam orasi kebangsaannya, Yenny Wahid mengajak seluruh jemaah untuk mengenang esensi perjuangan ayahnya. Ia menekankan bahwa warisan terbesar Gus Dur bukanlah sekadar jabatan, melainkan pengabdian kepada kemanusiaan.

“Yang terpenting dalam kehidupan adalah migunani, bermanfaat. Itu yang selalu diajarkan bapak dan ibu saya,” ungkap Yenny Wahid di hadapan para hadirin.

Senada dengan Yenny, Senator DPD RI Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, memberikan refleksi mendalam mengenai keteladanan Gus Dur.

Baginya, Gus Dur adalah sosok yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan sikap humanis yang penuh humor. Ia menyebut bahwa Gus Dur telah memberikan pondasi kuat tentang bagaimana Islam menjadi rahmatan lil ‘alamin melalui tulisan dan pemikiran-pemikirannya.

“Haul ke-16 ini menjadi ruang refleksi bersama atas ajaran Gus Dur tentang pentingnya menjaga kebhinnekaan demi keberlangsungan bangsa. Beliau mengajarkan kita bagaimana senyuman, komunikasi yang humanis, dan hubungan interpersonal menjadi kunci terciptanya masyarakat yang berkeadaban,” ujar Ning Lia.

Keponakan Khofifah Indar Parawansa ini juga berharap agar nilai-nilai yang ditanamkan Gus Dur tetap hidup dalam sanubari masyarakat agar tercipta tatanan sosial yang mengedepankan kemaslahatan bersama. Menurutnya, nilai humanis adalah inti dari kebermanfaatan bagi orang lain.

Ketua Barikade Gus Dur Jawa Timur, Ahmad Arizal, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat yang luar biasa. Menurutnya, sosok Gus Dur tetap menjadi magnet persatuan bagi lintas golongan meski telah enam belas tahun berpulang.

“Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional dan ikon pluralisme masih menjadi magnet kuat bagi masyarakat lintas agama dan golongan,” tegas Ahmad Arizal.

Acara yang berlangsung hingga malam hari ini berjalan dengan lancar, mempertegas pesan bahwa meskipun raga Gus Dur telah tiada, pemikiran dan semangat demokrasinya tetap abadi di hati rakyat Indonesia. (han)

Editor : Hany Akasah
#yenny wahid #surabaya #taman bungkul #Lia Istifhama #Gus Dur