RADAR GRESIK – Pasca-penggerebekan gudang yang dijadikan lokasi penyimpanan narkotika jaringan internasional skala besar, aparat kini resmi memasang garis polisi di lokasi kejadian.
Gudang yang berlokasi di kawasan Prambanan Bizland Blok SA-33, Jalan Raya Cerme Lor, Kabupaten Gresik ini sempat menghebohkan publik menyusul temuan 3,37 ton ganja siap edar.
Gudang strategis tersebut diduga disewa oleh seorang Warga Negara Foreign (WNA) asal Vietnam untuk menimbun ganja kering sebelum didistribusikan ke berbagai wilayah.
Baca Juga: Sita 3,37 Ton Narkoba di Cerme Gresik, BNN Buru Jaringan Internasional dan Pengendali Luar Negeri
Pengungkapan kasus kakap ini langsung menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena letaknya yang berada di pinggir kota namun memiliki akses distribusi barang yang sangat strategis.
Penyidik Madya BNN RI, Kombes Pol Agus Suryono, mengungkapkan bahwa modus pelaku menyewa gudang di kawasan tersebut bertujuan untuk mengelabui petugas sekaligus menyamarkan peredaran narkotika dalam jumlah fantastis.
"Berdasarkan hasil penyelidikan awal, penyidik menduga gudang tersebut digunakan sebagai tempat transit sebelum ganja kering diedarkan ke sejumlah wilayah," ujar Kombes Pol Agus Suryono.
Baca Juga: Ini Cara Senyap BNN dan Bea Cukai Bongkar 3,37 Ton Ganja di Gudang Prambanan Bizland Gresik
Perwira menengah Polri ini menambahkan, WNA asal Vietnam yang menyewa gudang tersebut terhitung sejak tahun 2024 hingga 2026 kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Tim gabungan juga melakukan penggeledahan di lokasi dan menemukan barang bukti berupa ganja kering yang dikemas khusus untuk memudahkan penyimpanan maupun distribusi. Seluruh barang bukti kemudian disita sebagai bagian dari proses penyidikan,” imbuhnya.
Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman guna menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain serta jaringan internasional yang mengendalikan pasokan dari luar negeri. Jalur masuk barang haram ke Indonesia hingga mekanisme distribusinya juga tengah diusut tuntas.
Baca Juga: BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,3 Ton Narkotika di Gresik, 12 Orang Diamankan
Di sisi lain, Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Aswin Sipayung, membeberkan fakta baru bahwa sindikat ini merupakan jaringan baru. Berdasarkan hasil pemeriksaan, jutaan ton ganja tersebut rencananya akan diekstrak menjadi bahan baku liquid vape (rokok elektrik) untuk disebar ke seluruh Indonesia.
"Barang bukti ini akan diekstrak untuk membuat liquid. Efek samping dari pengguna liquid (ganja) ini sangat berbahaya, bisa menyebabkan kerusakan paru-paru hingga tekanan psikologis akut," tegas Irjen Aswin Sipayung.
Dari hasil operasi besar ini, petugas menyita total 3,37 ton ganja kering. Selain narkotika, BNN juga mengamankan tiga unit kendaraan yang digunakan operasional, yakni Truk Fuso bernomor polisi B 9295 SYK, L 9579 UK, dan N 8763 UH yang diketahui bermuatan bunga daun ganja asal Thailand. (yud/han)
Editor : Hany Akasah