RADAR GRESIK — Tampuk kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Suara Advokat Indonesia (SAI) Gresik Raya resmi berganti.
Michael Supriyadie secara mufakat terpilih secara aklamasi dalam gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) II yang diselenggarakan khidmat di Hotel Horison, Gresik, Sabtu (23/5/2026).
Nahkoda baru Peradi SAI Gresik Raya periode 2026–2030 ini berkomitmen membawa organisasi profesi advokat tersebut melangkah lebih progresif melalui digitalisasi pelayanan hukum serta penguatan advokasi di akar rumput.
Usai terpilih, Michael Supriyadie melayangkan rasa syukur mendalam atas mandat dan kepercayaan penuh yang diberikan oleh seluruh anggota.
Baginya, estafet kepemimpinan ini merupakan tanggung jawab moral yang besar untuk merawat sekaligus membesarkan fondasi organisasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya.
"Alhamdulillah, keterpilihan secara aklamasi ini berarti rekan-rekan sejawat memberikan amanah besar kepada saya untuk meneruskan perjuangan senior saya, Pak Irfan Choirie. Fokus kami ke depan adalah kemanfaatan organisasi bagi publik," ujar Michael.
Baca Juga: Sebulan Lebih Tak Pulang, Ibu Gadis Asal Driyorejo Gresik Keliling Jatim Tanpa Arah Cari Anaknya
Salah satu gebrakan utama yang diusung Michael adalah transformasi digital. Di bawah komandonya, Peradi SAI Gresik Raya dalam waktu dekat akan meluncurkan aplikasi pelayanan hukum berbasis digital.
Aplikasi ini didesain khusus untuk memangkas jarak birokrasi, sehingga masyarakat luas bisa berkonsultasi dan mendapatkan akses keadilan dengan lebih cepat, transparan, dan terjangkau.
Lebih lanjut, Michael memotret karakteristik Kabupaten Gresik sebagai kawasan megapolitan industri yang perkembangannya sangat masif. Dinamika ekspansi pabrik dan manufaktur dinilai linear dengan potensi munculnya gesekan hukum, mulai dari sengketa pertanahan, konflik perizinan, hingga legalitas korporasi.
Baca Juga: Pendidikan Politik PAC PDI Perjuangan se-Gresik, Nila Yani Tekankan Konsep Servant Leadership
“Gresik ini ibarat gunungan emas. Dengan banyaknya klaster industri, tentu dinamika dan problematika hukum yang muncul juga tinggi. Peradi SAI akan hadir secara profesional memberikan solusi hukum terbaik bagi pelaku industri maupun para pemangku kepentingan,” tambahnya.
Meski membidik sektor industri makro, Michael menegaskan pilar utama gerakan Peradi SAI tidak akan bergeser dari misi kemanusiaan (pro bono). Melalui optimalisasi Pos Bantuan Hukum (Posbakum), para advokat muda dipastikan akan turun gunung ke desa-desa untuk mengawal hak masyarakat miskin.
Sektor ketenagakerjaan juga menjadi atensi khusus. Michael memastikan bidang perburuhan di dalam struktur barunya akan bekerja ekstra aktif memproteksi hak-hak kaum pekerja di Kota Pudak.
"Kami akan pasang badan memperjuangkan hak-hak buruh ketika memang ada hak konstitusional mereka sebagai pekerja yang dilanggar oleh perusahaan," tegasnya.
Gayung bersambut, Ketua DPC Peradi SAI Gresik Raya periode 2022–2026, Irfan Choirie, menitipkan harapan besar agar kepengurusan baru di bawah komando Michael Supriyadie mampu berlari lebih kencang memanfaatkan momentum digital.
“Prinsipnya yang muda harus jauh lebih maju, adaptif, dan berani daripada yang tua. Program-program kerja yang sudah berjalan baik wajib diakselerasi. Pesan saya, jangan sekali-kali meninggalkan masyarakat kecil, kaum buruh, maupun warga prasejahtera yang sedang tertatih-tatih mencari keadilan hukum di daerah ini,” pungkas Irfan penuh harap.
Baca Juga: Pendidikan Politik PAC PDI Perjuangan se-Gresik, Nila Yani Tekankan Konsep Servant Leadership
Sebagai langkah taktis awal, kepengurusan baru ini juga mengagendakan penguatan sinergisitas kelembagaan bersama jajaran Aparat Penegak Hukum (APH) mulai dari Polres, Kejaksaan Negeri, hingga Pengadilan Negeri Gresik guna menciptakan iklim penegakan hukum yang harmonis dan berkeadilan (jar/han)
Editor : Hany Akasah