RADAR GRESIK – Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gresik meningkat tajam seiring masuknya musim hujan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat total 112 kasus DBD terjadi mulai September hingga awal Desember 2025.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr. Puspitasari Wardani, merinci peningkatan kasus selama tiga bulan terakhir.
Peningkatan signifikan terjadi di bulan November sebanyak 58 kasus, sebelumnya pada September sebanyak 22 kasus, Oktober sebanyak 25 kasus, sementara awal Desember sebanyak 7 kasus. Sehingga total kasus DBD yang tercatat pada tahun 2025 mencapai 112 kasus.
Untuk memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti, dr. Puspitasari menekankan bahwa pencegahan utama ada di tangan masyarakat, yaitu melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan metode 3M Plus secara berkelanjutan.
“Di saat musim hujan melanda, kita perlu waspada akan risiko peningkatan kasus demam berdarah. Masyarakat mempunyai peran penting dalam pencegahan DBD,” kata dr. Puspitasari, Senin (15/12).
Metode 3M Plus meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Pencegahan utama adalah melaksanakan PSN dengan metode 3M Plus secara berkelanjutan,” ujarnya, mengingatkan bahwa nyamuk DBD berkembang biak dari jentik-jentik di genangan air.
Sementara itu, upaya preventif juga terus dilakukan di tingkat lapangan. Babinsa Koramil Duduksampeyan, Sertu Abdul Rokhim, terus melakukan pendampingan penyemprotan (fogging) di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.
Kegiatan ini merupakan langkah antisipatif untuk memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti.
Penyemprotan difokuskan pada area pemukiman warga serta titik-titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Sertu Abdul Rokhim mengatakan bahwa pendampingan ini adalah bentuk kepedulian Babinsa terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan desa binaan.
"Pencegahan harus dilakukan sejak dini agar masyarakat terhindar dari ancaman penyakit demam berdarah yang berbahaya," jelasnya.
Selain fogging, Babinsa bersama instansi terkait juga gencar memberikan sosialisasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Masyarakat diimbau untuk rutin membersihkan area sekitar rumah, memeriksa keberadaan jentik nyamuk, serta menutup atau menguras wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. (jar/han)
Editor : Hany Akasah