RADAR GRESIK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat sebanyak 2.740 kasus tuberkulosis (TB) hingga minggu pertama November 2025. Angka tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Gresik mengingat TB masih menjadi salah satu penyakit menular yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan disiplin.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr. Puspitasari Whardani, menjelaskan bahwa jumlah tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun 2024, yakni sebanyak 3.404 kasus baru.
“Meski menurun, angka pasien baru tahun 2025 sangat mungkin bertambah karena tahun belum berakhir. Mayoritas pasien berada pada kelompok usia 30 tahun ke atas,” ujarnya.
Perlu Penemuan Kasus Lebih Awal
Puspitasari menegaskan bahwa deteksi dini sangat penting agar pasien segera mendapat terapi hingga dinyatakan sembuh. Seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Gresik telah menerapkan standar penanganan TB.
“TBC dapat ditangani tuntas di FKTP, kecuali bila ditemukan komplikasi. Saat ini kami mengintensifkan skrining dan pelatihan tenaga kesehatan agar layanan penanganan TBC semakin optimal,” jelasnya.
Masyarakat Harus Peka Gejala TB
Dinkes Gresik juga mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala TB agar tidak terlambat memeriksakan diri. Gejala umum yang perlu diwaspadai antara lain:
- Batuk lebih dari dua minggu
- Batuk berdarah
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Keringat malam berlebihan
- Demam yang tidak kunjung sembuh
“Jika ditemukan gejala seperti ini, segera lakukan pemeriksaan menggunakan mesin TCM. Bila hasilnya positif, maka pasien akan didiagnosis sebagai TBC dan langsung memulai terapi,” pungkasnya. (Jar)
Editor : Hany Akasah