RADAR GRESIK – Dalam upaya mempermudah dan mempercepat layanan kegawatdaruratan bagi masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik melakukan pemasangan perangkat Global Positioning System (GPS) pada seluruh ambulans fasilitas kesehatan (faskes) di wilayahnya.
Total sebanyak 48 ambulans faskes, yang tersebar di Puskesmas maupun Rumah Sakit, kini telah dilengkapi GPS.
Dengan sistem baru ini, keberadaan seluruh armada ambulans dapat termonitor secara waktu nyata (real time), baik melalui sistem di Command Center 112 maupun di kantor Dinkes.
Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr. Mukhibatul Khusna, menjelaskan bahwa kemudahan ini sangat membantu operator 112 dan 119 dalam memantau posisi ambulans setiap waktu.
“Misalnya masyarakat butuh ambulans, maka akan disambungkan dengan kendaraan terdekat. Sehingga lebih cepat sampai di lokasi,” katanya.
Pemasangan GPS pada ambulans ini secara signifikan akan mempercepat layanan kegawatdaruratan, tidak hanya untuk korban kecelakaan, tetapi juga pasien yang membutuhkan pertolongan cepat seperti persalinan.
Masyarakat cukup menghubungi Puskesmas terdekat, dan permintaan ambulans akan diproses oleh pihak Puskesmas.
Namun, jika ambulans Puskesmas tersebut sedang kosong karena mengantar pasien, sistem GPS memungkinkan koordinasi dengan faskes di sekitar.
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Gresik, drg. Setyo Susilo, menambahkan bahwa sistem ini adalah terobosan dari metode lama yang dinilai kurang efisien.
“Kalau dulu manual by phone, itu pun tidak langsung dapat ambulans. Ini diharapkan lebih mudah dan cepat,” jelas drg. Setyo Susilo.
Layanan ini juga memungkinkan fungsi jemput pasien dari rumah, dengan catatan kondisi pasien membutuhkan kegawatdaruratan.
“Misalnya ambulans perjalanan pulang dari mengantar pasien, lalu termonitor dekat dengan pasien yang sedang butuh, maka bisa langsung membawa,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah