Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Persatuan Istri Forkopimda Gresik Turun ke Samirplapan, Posyandu Jadi Garda Terdepan Perangi Stunting

Riri Masfardian • Jumat, 10 Oktober 2025 | 17:45 WIB
Persatuan Istri Forkopimda Gresik Turun ke rumah warga Desa Samirplapan yang terindikasi stunting.
Persatuan Istri Forkopimda Gresik Turun ke rumah warga Desa Samirplapan yang terindikasi stunting.

RADAR GRESIK– Komitmen penanganan stunting di Kabupaten Gresik semakin dikuatkan. Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gresik bersama jajaran organisasi istri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar pembinaan Posyandu Terintegrasi Layanan Primer (ILP) "Sedap Malam" di Balai Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan, Kamis (9/10).

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Gresik sekaligus Pembina Posyandu, Hj. Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gresik, dr. Hj. Shinta Puspitasari Asluchul Alif, M.Kes.

Jajaran istri Forkopimda yang hadir termasuk Ketua Istri Persatuan DPRD, Ketua Ibu Bhayangkari, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, Ketua Dharmayukti Karini, Kepala DWP Gresik, serta Ibu Persit Kartika Chandra Kirana. 

Sebelum pembinaan, rombongan melakukan kunjungan langsung ke dua rumah balita yang mengalami stunting dan celebral palsy, menunjukkan fokus intervensi langsung di lapangan.

Ketua TP PKK Nurul Haromaini dalam sambutannya menekankan peran krusial Posyandu sebagai wadah dasar kesehatan masyarakat. "Posyandu adalah wadah dasar kesehatan masyarakat yang sangat penting. Setiap tahunnya pemerintah selalu memberikan inovasi-inovasi terkait pelayanan kesehatan," ujarnya.

Beliau menambahkan, fokus Posyandu akan diperluas menjadi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), mencakup bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, dan Trantibum Linmas.

Kunjungan ini juga menegaskan bahwa stunting adalah masalah multidimensi yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.

"Kondisi stunting itu bukan hanya karena kurang gizinya saja, bisa karena lingkungan, sanitasi, ekonomi, dan sebagainya. Ini membutuhkan kerja keras semua," tegasnya. Upaya ini juga didukung dengan bantuan sambungan pipa air bersih gratis di Duduksampeyan untuk mengatasi sanitasi.

Ketua TP PKK Kecamatan Duduksampeyan, Ibu Syifa' Dedy Hartadi, S.E., M.M., melaporkan intervensi gencar dilakukan pada total 58 pos dan 360 kader di wilayahnya, meskipun angka stunting di Duduksampeyan tergolong paling sedikit se-Kabupaten Gresik.

Dalam sesi sharing, dr. Wiweka Merbawani, Sp.A. (Spesialis Anak) mengungkap akar masalah yang ditemukan di Desa. 

"Ini kebanyakan karena masalah pola asuh dan pola makan yang keliru. Jadi ada yang 28 bulan masih ngempeng, kemudian yang sudah 2 tahun tapi masih terlalu banyak (minum) susu. Susu tidak bisa menggantikan makan," jelas dr. Wika.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Mukhibatul Khusnah, M.Mkes., menekankan bahwa penanggulangan harus dimulai dari hulu melalui pencegahan dan pendampingan.

"Untuk menanggulangi stunting itu dimulai dari hulunya, mulai remajanya, remaja ini jangan sampai anemia. Lalu calon pengantinnya, dan ibu hamilnya ini harus didampingi oleh kader TPK (Tim Pendamping Keluarga). Harapannya agar keluarga ini tidak terjadi stunting," terangnya, sembari mengingatkan pentingnya ibu bayi balita membaca Buku KIA yang informasinya sudah lengkap.

Di akhir acara, Ibu Nurul Yani mengapresiasi kinerja kecamatan dan menitipkan kesejahteraan Teman-teman Kader Posyandu kepada Kepala Desa sebagai bentuk dukungan moral atas peran mereka di garis depan. (ale/han)

Editor : Hany Akasah
#berita #samirplapan #gresik #duduksampeyan #PKK #forkopimda