Penyekatan dilakukan di sejumlah perbatasan di Kota Santri seperti perbatasan Gresik-Lamongan, perbatasan Gresik-Kota Surabaya, perbatasan Gresik-Mojokerto, dan perbatasan Gresik-Sidoarjo.
Dalam operasi penyekatan ini, aparat menyasar truk atau kendaraan sejenis yang mengangkut hewan ternak, khususnya sapi, baik yang menuju Gresik maupun keluar Gresik.
Kapolres Gresik, AKBP Mochamad Nur Azis menyatakan langkah penyekatan sebagai tindaklanjut intruksi dari Kapolri dan Kapolda Jatim. "Sasarannya, di daerah perbatasan, dengan melakukan pemeriksaan terhadap truk atau kendaraan yang memuat hewan ternak," ujar Kapolres.
Sebelumnya, kata Kapolres, dirinya memimpin langsung apel penyekatan di Simpang 4 Segoromadu, Kecamatan Kebomas yang berbatasan langsung Gresik-Kota Surabaya.
"Sejumlah personel kami siagakan di lokasi untuk memantau arus kendaraan," tuturnya.
Dia berharap dengan adanya langkah penyekatan, penyebaran PMK tidak semakin meluas.
Kapolres menambahkan pihaknya menggandeng dinas terkait melakukan penanggulangan PMK. Antara lain Dinas Pertanian dan Dinas Perindag.
"Langkah ini menjadi upaya pencegahan," pungkasnya.
Sementara itu, Secara terpisah, Medis Veteriner Dinas Pertanian Gresik drh. Budi Santoso mengatakan, saat ini terdapat tambahan 85 ekor positif PMK dengan tambahan 2 ekor mati. Dengan demikian total hewan ternak yang mati akibat PMK di Gresik mencapai 15 ternak. Kendati demikian, pihaknya meminta agar masyarakat tidak panik, mengingat PMK ini tidak membahayakan manusia.
“Saat ini pasar hewan semua kami tutup. Akses lalu lintas ternak di Gresik juga ditutup. Kemudian, pemotongan hewan di rumah-rumah juga ditutup, tapi untuk pemotongan kami fokuskan di rumah pemotongan hewan,” ungkapnya.
Dinas Pertanian (Distan) Gresik mencatat sudah ada 315 sapi sembuh. Malahan, 20 sapi yang pertama kali terserang PMK yakni dari Desa Suko, Wringinanom juga telah sembuh.
Pada bagian lain, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengapresiasi upaya Pemerintah pusat maupun provinsi dalam penanggulangan PMK dilapangan. Dia mengaku kerjasama dari seluruh elemen akan mempermudah penanganan PMK.
“Sambil menunggu vaksin dari Kementan, lakukan pendataan yang valid dan lengkap, dan sesuai Arahan Pak Menteri kami akan melakukan pembukaan pelan pelan di pasar ternak tentu dengan pengecekan, mudah kita bisa hadapi PMK ini," ujarnya.
Sekedar informasi, Kabupaten Gresik sudah ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB) PMK, bersama dengan Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan. Di Gresik ada ratusan sapi terpapar PMK, 315 dinyatakan sembuh dan 15 ekor mati. (fir/han) Editor : Hany Akasah