Tren fesyen muslim lokal ini ditangkap dengan cermat oleh brand hijab dan busana muslim asli Gresik, STESA. Pemilik STESA, Stefka Prajna Paramita, mengungkapkan bahwa pasar saat ini merespons sangat positif produk hijab yang memadukan kualitas materi dengan keunikan identitas lokal.
Salah satu koleksi yang menjadi sorotan adalah Mosque Scarf, sebuah karya scarf printing yang memadukan estetika fesyen modern dengan unsur sejarah daerah.
Baca Juga: Sentuhan Tangan Dingin Owner Stesa, Jadikan Soft Yellow Primadona Hijab Baru di Hari Raya
"Salah satu yang cukup spesial adalah Mosque Scarf, yang kami rancang khusus dengan mengambil inspirasi dari masjid-masjid di Gresik. Kami ingin membuat scarf yang bukan hanya cantik secara visual, tetapi juga memiliki cerita dan identitas lokal," ujar Stefka.
Ia menjelaskan, elemen geografis dan ornamen arsitektur khas masjid-masjid di Gresik dituangkan secara presisi ke dalam motif kain. Hasilnya adalah tampilan yang elegan, modern, sekaligus sarat makna.
"Jadi ketika seseorang memakai Mosque Scarf ini, harapannya bukan hanya merasa fashionable, tetapi juga membawa cerita tentang Gresik," tambahnya.
Selain scarf bertema naratif, pergeseran tren busana harian (daily wear) juga didorong kuat oleh karakter Generasi Z. Menurut Stefka, kalangan anak muda, pelajar, hingga mahasiswa saat ini lebih menyukai gaya hijab yang effortless, praktis, namun tetap estetis.
Material pashmina berbahan rayon dan viscose kini menjadi primadona di kalangan Gen Z karena karakternya yang adem, jatuh, dan fleksibel untuk dipakai dari area kampus hingga tempat hangout.
"Anak muda sekarang cenderung mencari hijab yang effortless dan bisa digunakan untuk berbagai aktivitas. Melalui lini STESA Daily, kami hadirkan pashmina rayon dan viscose untuk memenuhi lifestyle anak sekolah maupun mahasiswa agar mereka tampil lebih percaya diri," terangnya.
Baca Juga: Kesuksesan Stefka Prajna Paramita Kembangkan Bisnis Fashion Hijab
Tak berhenti di situ, meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat turut melahirkan tren baru, yakni tingginya permintaan terhadap hijab sport. Segmen ini diminati secara luas, mulai dari kalangan ibu-ibu hingga Gen Z yang aktif melakoni olahraga running, gym, pilates, maupun kegiatan luar ruangan (outdoor).
"Perempuan sekarang makin aktif berolahraga. Mereka butuh hijab sport yang praktis, ringan, tidak mudah bergeser, tapi tetap stylish," jelas Stefka.
Stefka menyimpulkan bahwa kunci perkembangan industri hijab saat ini terletak pada pemahaman atas kebutuhan tiap generasi. Sementara ibu-ibu cenderung memprioritaskan kenyamanan dan kepraktisan, generasi muda menjadikan hijab sebagai sarana ekspresi karakter diri.
Kejelian membaca dinamika inilah yang menjadi fondasi bagi brand lokal Gresik untuk terus berinovasi dan bersaing di pasar fesyen nasional. (han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik