RADAR GRESIK – Gressmall kembali membuktikan komitmennya sebagai pusat perbelanjaan modern yang tidak sekadar menawarkan pengalaman berbelanja.
Mal yang berlokasi di pusat kota Gresik ini sukses mentransformasikan fungsinya menjadi ruang kolaborasi inklusif bagi generasi muda melalui gelaran dua event pop kultur bertajuk Noraebang Party dan Neokami No Stage, akhir pekan lalu.
Dua agenda atraktif tersebut diselenggarakan berurutan, yakni Noraebang Party pada Sabtu (4/7) dan dilanjutkan dengan kemeriahan Neokami No Stage pada Minggu (5/7).
Rangkaian acara ini menjadi bagian dari visi Gressmall dalam mendukung ekosistem komunitas kreatif di Kabupaten Gresik sekaligus memfasilitasi anak muda untuk menyalurkan bakat dan hobinya.
Seiring melesatnya tren perkembangan komunitas di Kabupaten Gresik, kebutuhan akan ruang publik yang nyaman, representatif, dan aksesibel kian meningkat. Saat ini ragam komunitas tumbuh subur mulai dari sektor seni, musik, dance, cosplay, olahraga, fotografi, otomotif, hingga klaster edukasi. Menangkap fenomena tersebut, Gressmall mengambil peran strategis untuk menjadi "rumah bersama" bagi seluruh lintas komunitas.
Kemeriahan pecah saat Noraebang Party berlangsung. Mengusung tema Korean Entertainment, acara ini menyajikan pengalaman seru bagi para pencinta K-Pop melalui konsep karaoke bersama layaknya budaya noraebang di Korea Selatan. Pengunjung diajak bernyanyi massal, unjuk kemampuan vokal, hingga mempererat kebersamaan antar-fandom.
Baca Juga: Kehadiran Pemain Film "Komang" di Gresik Curi Perhatian Pengunjung XXI Gresmall
Keseruan berlanjut pada esok harinya melalui panggung Neokami No Stage. Event ini menjelma sebagai panggung ekspresi yang menampilkan parade kreatif seperti dance cover, vocal performance, cosplay performance, hingga pertunjukan seni lainnya sebagai ajang pamer karya di depan publik luas.
General Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun, menegaskan bahwa pihaknya membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya bagi seluruh komunitas tanpa membatasi jenis maupun bidang kegiatannya.
“Kami percaya bahwa komunitas merupakan salah satu penggerak lahirnya kreativitas dan inovasi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Gressmall hadir sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan oleh siapa saja untuk berkumpul, berkolaborasi, dan berkarya. Kami ingin setiap komunitas merasa memiliki rumah untuk berkembang bersama di sini," ujar Erich, Rabu (8/7).
Erich menambahkan, syarat utama kolaborasi ini adalah membawa semangat positif, kreatif, dan memberikan dampak manfaat bagi masyarakat. Gressmall diharapkan mampu menjadi titik temu lahirnya berbagai kolaborasi baru yang memperkuat ekosistem kreatif di Kabupaten Gresik.
Melalui konsistensi penyelenggaraan dua acara ini, Gressmall ingin memberikan pesan edukasi bahwa fungsi mal di era modern telah bergeser menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan masyarakat, komunitas, pelaku industri kreatif, hingga institusi dalam satu wadah produktif.
Komitmen ini sebelumnya juga telah diwujudkan melalui berbagai agenda rutin seperti festival budaya, kompetisi olahraga, pameran UMKM lokal, hingga event otomotif.
Selain menjadi pembeda dan magnet hiburan bagi pengunjung, pergerakan komunitas ini terbukti memberikan dampak domino yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif serta mendongkrak angka kunjungan (traffic) pusat perbelanjaan di Gresik. (nov/han)
Editor : Hany Akasah