RADAR GRESIK – Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan literasi dan edukasi finansial berbasis syariah bagi masyarakat.
Kali ini, BSI berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar program "Gresik Berhaji" yang diselenggarakan di Masjid Al Inabah Kompleks Kantor Pemkab Gresik pada hari Kamis (23/04).
Hadir secara langsung jajaran pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI), termasuk Area Manager BSI Surabaya Kota, Ogi Yogasyara, dan Islamic Ecosystem Manager RO 8 Surabaya, Emir Syafial, menjadi simbol dukungan kuat terhadap peningkatan kualitas spiritual di lingkungan birokrasi melalui program "Berhaji Bersama".
Manager BSI Surabaya Kota, Ogi Yogasyara menuturkan bahwa program ini dirancang strategis untuk memperkuat etos pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan mengintegrasikan nilai-nilai religius ke dalam integritas kerja.
Baca Juga: Gus Yani Tegaskan CSR Bukan Belas Kasih, Tapi Kewajiban Industri Gresik untuk Dampak Nyata
"Program Berhaji Bersama ini merupakan bagian dari komitmen nyata BSI dalam mensyiarkan nilai-nilai haji dan spiritualitas Islam di tengah masyarakat, khususnya bagi aparatur pemerintah. Kami berharap melalui kegiatan ini, tidak hanya informasi dan motivasi ibadah haji yang tersampaikan, tetapi juga tertanam nilai-nilai keikhlasan, integritas, serta tanggung jawab yang nantinya dapat diimplementasikan secara langsung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada publik." Ujar Ogi Yogasyara
Inisiatif ini merupakan bagian dari program nasional "Indonesia Berhaji" yang bertujuan untuk mendorong masyarakat, khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk merencanakan ibadah haji sedini mungkin.
Manager BSI Region 8 Surabaya, Emir Syafial, menjelaskan bahwa kegiatan di Gresik ini merupakan pelaksanaan ketiga di Jawa Timur setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Kota Surabaya dan Tuban.
Program ini dilatarbelakangi oleh masa tunggu haji reguler yang kini telah mencapai hampir 26 tahun, sehingga diperlukan perencanaan yang matang, baik dari sisi fisik maupun finansial.
"Kita punya kewajiban moral untuk mengedukasi masyarakat. Haji itu rukun Islam kelima, tapi seringkali kita baru terpikir saat usia sudah 40 tahun, padahal masa tunggunya sangat lama. Melalui 'Gresik Berhaji', kami mengajak masyarakat untuk menyegerakan niat tersebut dengan produk-produk perencanaan yang tepat dan aman," ujar Emir Syafial saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Emir juga memaparkan bahwa BSI menyediakan berbagai solusi bagi ASN dan masyarakat umum untuk mendapatkan porsi haji dengan beberapa skema yang ditawarkan antara lain melalui tabungan haji terencana (Abatana) yang bisa dipotong otomatis dari gaji bulanan, hingga investasi melalui emas.
“Inovasi digital melalui aplikasi Beyond juga memungkinkan nasabah untuk menabung emas mulai dari Rp50 ribu yang nantinya dapat dikonversi untuk biaya pendaftaran porsi haji.” jelas Emir.
Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., M.H.P.. menekankan bahwa ibadah haji tidak seharusnya menunggu kondisi finansial yang mapan, melainkan harus dijemput dengan niat kuat dan ikhtiar sedini mungkin, terutama bagi generasi muda.
Beliau berbagi pengalaman pribadi saat mulai menabung dengan penghasilan terbatas sebagai dokter baru, sebagai bentuk "umpan" agar Allah memberikan kemampuan di masa depan.
Baca Juga: Berawal Peringatan Overheat, Mobil Listrik Hangus Terbakar di Jalan Mayjen Sungkono Gresik
"Filosofi haji itu jangan menunggu mampu untuk berangkat, tetapi jemputlah mampunya dengan cara memasang 'umpan' melalui niat dan tabungan sedini mungkin, karena sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan pahala sesuai dengan apa yang ia niatkan, meskipun ia terhalang oleh uzur duniawi." Ujar dokter Alif
Selain fokus pada pendaftaran awal, BSI juga memberikan edukasi mengenai persiapan pelunasan.
Mengingat adanya selisih biaya saat keberangkatan nanti, BSI mengingatkan para calon jemaah yang sudah memegang porsi untuk tetap konsisten menabung agar saat waktu keberangkatan tiba, kendala finansial tidak menjadi penghalang.
"Harapan kami, masyarakat mulai membuka langkah awal dengan memiliki rekening tabungan haji. Allah akan menilai niat tersebut. Baik melalui tabungan tunai maupun cicil emas, yang terpenting adalah membuka wawasan bahwa ibadah haji ini adalah ikhtiar kita untuk mengejar kebahagiaan dunia dan akhirat," pungkas Emir. (nov/han)
Editor : Hany Akasah