RADAR GRESIK – Kabupaten Gresik kini memiliki pilihan destinasi wisata edukasi baru yang sangat representatif bagi masyarakat dan pelajar dalam mengisi momen liburan akhir tahun. Gresik Universal Science (GUS) yang berlokasi di area Islamic Center Balongpanggang secara resmi telah dibuka untuk umum.
Destinasi ini hadir dengan konsep inovatif yang menggabungkan unsur sains, teknologi, sejarah, hingga budaya lokal dalam satu tempat yang interaktif dan edukatif.
Kehadiran wisata edukasi berbasis digitalisasi ini dikelola langsung oleh para pemuda Karang Taruna (Kartar) Kabupaten Gresik.
Dalam operasionalnya, pengunjung disuguhkan berbagai pengalaman menarik mulai dari eksplorasi semesta hingga kedalaman sejarah lokal.
Ketua Kartar Kabupaten Gresik, Satya Pradika, menjelaskan bahwa destinasi ini dirancang agar masyarakat bisa belajar dengan cara yang menyenangkan.
“Pengunjung dapat menikmati Semesta Imaji, mengenal sejarah Gresik dan perkembangan Islam, melihat seni tradisional damar kurung, serta mencoba berbagai permainan interaktif berbasis edukasi," kata Satya Pradika.
Wisata edukasi GUS ini menempati gedung tiga lantai yang dibangun menggunakan APBD murni dengan total 12 zona edukasi yang komprehensif.
Pada lantai pertama, pengunjung disambut dengan Interactive Map Guidance sebagai panduan digital. Di lantai ini pula terdapat zona sejarah Gresik, zona makanan khas, hingga zona peta kebudayaan yang menampilkan potensi wilayah secara visual.
Berlanjut ke lantai dua, suasana menjadi lebih imersif dengan hadirnya Immersive Room budaya lokal, ulasan sejarah Islam di Nusantara, hingga Mirror Room yang menampilkan seni khas Damar Kurung dengan sentuhan modern.
Eksplorasi berlanjut ke lantai tiga yang dirancang khusus sebagai ruang kreativitas. Di lantai ini terdapat interactive story wall yang menyajikan cerita lokal secara digital, area permainan anak, serta zona semesta imaji.
Seluruh fasilitas ini dapat dinikmati masyarakat secara gratis mulai 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Meski tidak dipungut biaya, pihak pengelola membatasi kuota kunjungan maksimal 100 orang per hari melalui pendaftaran di laman resmi guna menjaga kenyamanan pengunjung.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, saat meninjau langsung fasilitas tersebut, menyampaikan rasa optimisnya bahwa GUS akan menjadi motor penggerak literasi dan edukasi di wilayah Gresik Selatan dan sekitarnya.
Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para orang tua untuk mengajak anak-anak mereka belajar sambil bermain.
"Mudah-mudahan ini menjadi alat edukasi yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkas Gus Yani dengan penuh harap. (jar/han)
Editor : Hany Akasah