RADAR GRESIK – Di tengah meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, matcha kini menjadi primadona baru di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Minuman berwarna hijau pekat ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menawarkan berbagai manfaat yang menjadikannya pilihan menarik sebagai pengganti kopi.
Menurut Dr. Jenna Macciochi, Direktur Sains & Inovasi di Ancient + Brave, keunikan matcha terletak pada cara konsumsinya.
"Matcha unik karena Anda mengonsumsi seluruh bubuk daun teh, alih-alih seduhan. Artinya, Anda mendapatkan konsentrasi antioksidan yang lebih tinggi, terutama katekin seperti EGCG," ungkapnya kepada Hello Magazine.
Matcha, yang berasal dari tanaman Camellia sinensis, diproses secara khusus dengan menggiling seluruh daun teh menjadi bubuk halus. Proses ini menjaga kandungan nutrisinya tetap utuh.
Kandungan antioksidan yang tinggi, terutama katekin, dipercaya dapat mendukung kesehatan jantung, menjaga kepadatan tulang, melindungi fungsi hati, dan menyeimbangkan mikrobiota usus. Matcha juga sering dikaitkan dengan manfaat dalam pengelolaan berat badan.
Selain antioksidan, matcha kaya akan L-theanine, sebuah asam amino yang memberikan efek tenang dan meningkatkan fokus. Kombinasi L-theanine dengan kafein membuat energi yang dihasilkan lebih stabil, berbeda dengan lonjakan energi yang diberikan oleh kopi.
Untuk meningkatkan manfaatnya, beberapa produk matcha menambahkan bahan alami lainnya.
"Kami menambahkan kayu manis untuk menyeimbangkan gula darah, kelor untuk fitonutrien hijau yang kaya nutrisi... dan surai singa... untuk mendukung fungsi kognitif," jelas Dr. Macciochi.
Popularitas matcha sering dikaitkan dengan posisinya sebagai alternatif kopi. Meskipun keduanya mengandung kafein, efeknya pada tubuh sangat berbeda.
"Kopi memberikan kafein dengan cepat yang memberikan lonjakan kewaspadaan... Sebaliknya, matcha mengandung kafein bersama asam amino unik yang disebut L-theanine," kata Macciochi.
Kopi cenderung memicu lonjakan energi sesaat yang diikuti oleh rasa lelah, atau "coffee crash." Sementara itu, efek kafein dari matcha dilepaskan secara lebih lambat dan stabil berkat adanya L-theanine, yang memberikan ketenangan tanpa mengurangi fokus.
Inilah mengapa matcha menjadi favorit bagi mereka yang menginginkan produktivitas yang lebih konsisten.
Meski kaya manfaat, konsumsi matcha harus tetap bijak. "Minum lebih dari dua cangkir matcha sehari dapat menyebabkan mual, sedikit peningkatan tekanan darah, dan masalah pencernaan. Batasi konsumsi satu hingga dua cangkir sehari," saran Dr. Macciochi.
Dengan konsumsi yang tepat, matcha dapat menjadi bagian dari rutinitas harian yang menyeimbangkan kesehatan tubuh dan pikiran, membuktikan bahwa minuman ini bukan sekadar tren sesaat. (zah/han)
Editor : Hany Akasah