Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Gresik Menggelar Acara Istimewa Kelas Alquran Isyarat, Merangkul Keberagaman, Memahami Alquran dengan Hati

Novia Andriyani • Dipublikasikan Selasa, 25 Maret 2025 | 17:23 WIB
INDAHNYA ALQURAN UNTUK SEMUA : Pimpinan Daerah
INDAHNYA ALQURAN UNTUK SEMUA : Pimpinan Daerah

RADAR GRESIK - Dalam semangat inklusivitas dan kepedulian terhadap sesama, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik bersama komunitas Alquran isyarat untuk mengadakan kegiatan mengaji bersama yang inspiratif dan diselenggarakan pada hari Senin (24/03) bertempat di Gedung Pusat Layanan Terpadu Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Gresik.

Kegiatan mengaji Alquran isyarat tersebut dibimbing langsung oleh Ketua PDA Gresik, Innik Hikmatin,S.Pd.,M.PdI bersama 5 tim Alquran Isyarat yaitu kak Aisyah, Kak Sevi, Kak Rizky, Kak Amri dan Kak Ikbar.

Kegiatan yang diselenggarakan secara gratis dan dihadiri sebanyak 20 teman tuli yang berdomisi di Kabupaten Gresik antara lain dari Paciran, Golokan Sidayu, Dukun, Menganti, Benjeng dan Balungpanggang ini bertujuan untuk memberikan akses yang lebih luas bagi saudara-saudara tunarungu dalam memahami dan mendalami Alquran.

Komunitas Alquran Isyarat Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Gresik merupakan kelompok yang berdedikasi untuk mengembangkan dan menyebarkan metode pembelajaran Alquran menggunakan bahasa isyarat.

"Hari ini, Senin (24/03) resmi saya bentuk komunitas Alquran Isyarat yang akan kita jadwalkan untuk berkumpul mengaji di Pusat Layanan Terpadu PDA 'Aisyiyah sebulan sekali setiap hari Ahad pada minggu ke-2,". Jelas Innik Hikmatin.

Lebih lanjut disampaikan Innik, Alquran adalah pedoman hidup yang universal, yang seharusnya dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran.

"Mengaji isyarat Alquran bisa dilakukan dengan dua metode yaitu metode kitabah dan metode tilawah," Jelas Innik.

Metode kitabah merupakan metode membaca mushaf alquran isyarat sesuai dengan bentuk tulisan sedangkan metode tilawah melalui pendekatan bacaan.

PDA Gresik, sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah, memiliki komitmen yang kuat dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

"Kita perlu terus mengembangkan Alquran Isyarat karena Gresik telah menjadi proyek percontohan yang sukses dua tahun lalu. Keberhasilan Gresik dalam penggunaan bahasa isyarat Al-Qur'an mendorong penyusunan Alquran Isyarat yang lebih komprehensif,". Papar Innik Hikmatin yang merupakan satu-satunya penemu metode amakasa dari Jatim yang ikut menyusun Pedoman Membaca Alquran bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara Tahun 2021 yang diadakan Kementerian Agama RI.

PDA Gresik bersama komunitas Alquran isyarat mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan mendukung upaya-upaya inklusi bagi penyandang disabilitas.

"Diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak saudara tunarungu yang dapat merasakan indahnya Alquran, dan bisa mendapatkan pahala dan syafaat yang sama seperti membaca Alquran," Harap Innik Hikmatin.

Selanjutnya, Innik juga mejelaskan bahwa setelah melalui serangkaian diskusi dan sidang, Alquran Isyarat telah berhasil diselesaikan pada tahun 2023. Oleh karena itu, Gresik perlu terus berbenah dan menindaklanjuti pengembangan Alquran Isyarat ini.

"Mari bersama-sama belajar dan mengembangkan Alquran Isyarat ini lebih lanjut, kegiatan belajar bersama ini adalah langkah kecil namun bermakna dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan. Semoga semangat ini terus menginspirasi kita semua untuk saling merangkul dan memahami,". Pungkas Innik Hikmatin (nov/han)

 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
tunarungu Teman tuli isyarat tilawah Aisyiyah amakasa metode kitabah alquran