Momen HSN 2026, Peziarah Makam Sunan Gresik Melonjak Hingga 2.500 Orang

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:05 WIB
MEMBLUDAK : Suasana peziarah yang memadati kompleks Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
MEMBLUDAK : Suasana peziarah yang memadati kompleks Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Gresik tak hanya diwarnai dengan kegiatan seremonial, apel, maupun kirab santri.

Sebagian besar masyarakat dan kalangan pesantren memanfaatkan momentum bersejarah tersebut untuk ngalap berkah dengan berziarah ke makam para wali, salah satunya makam Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik.

Lonjakan pengunjung terlihat signifikan di kompleks makam pelopor penyebaran Islam di Tanah Jawa tersebut. Jumlah peziarah tercatat mengalami peningkatan mencapai 2.500 orang, jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa yang rata-rata berkisar 1.500 pengunjung.

Baca Juga: Semarak Satu Dekade HSN 2026, Radar Gresik Siapkan Pesta Santri dan Festival UMKM

Tingginya antusiasme peziarah pada peringatan Hari Santri menegaskan bahwa tradisi ziarah tetap mengakar kuat dalam budaya masyarakat. Selain bentuk penghormatan kepada jasa para ulama, tradisi ini menjadi media efektif untuk mengenalkan sejarah syiar Islam sekaligus menanamkan nilai keteladanan kepada generasi muda.

Penjaga Makam Sunan Gresik, Basyir Ahmad, mengungkapkan bahwa peningkatan gelombang peziarah pada momentum HSN tahun ini sangat terasa. Para peziarah tidak hanya datang dari wilayah Gresik, tetapi juga rombongan dari berbagai daerah di Jawa Timur dan sekitarnya.

“Hari ini jumlah pengunjung tembus sekitar 2.500 orang. Alhamdulillah, ada peningkatan cukup signifikan di Hari Santri Nasional ini. Semoga ke depannya peziarah semakin ramai,” tutur Basyir. 

Baca Juga: Sembunyi di Kos Surabaya, Eksekutor Pembobol Rumah Warga Menganti Diberuk Resmob Polres Gresik

Menurutnya, ziarah makam wali saat peringatan Hari Santri memberikan ruang refleksi bagi warga untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan. Peziarah bisa memanjatkan doa sekaligus mengenang gigihnya perjuangan ulama dalam menyebarkan ajaran Islam secara damai di Nusantara.

Salah seorang peziarah asal Kabupaten Lamongan, Wahid Afandi, mengaku sengaja memboyong para santrinya untuk berziarah ke makam Sunan Gresik serta sejumlah makam pahlawan dan ulama lainnya.

Ia menilai, kegiatan ini menjadi sarana edukasi lapangan agar para santri dapat meneladani rekam jejak perjuangan para tokoh Islam dalam melawan penjajahan kolonial Belanda.

Baca Juga: Semarakkan HSN 2026, Anggota DPR RI Nila Yani Hardiyanti Salurkan Rombong Gratis untuk UMKM Gresik

“Tujuan utama kami berziarah adalah untuk mengenal lebih dekat para wali penyebar agama Islam di Gresik, sekaligus mengajak anak-anak santri meneladani jiwa patriotisme para pahlawan nasional dan ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan,” tegas Wahid.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh berbeda dibanding masa perjuangan fisik. Di era digitalisasi dan modernisasi, para santri dihadapkan pada pergeseran moral dan dinamika sosial yang kompleks.

“Nilai perjuangan, keikhlasan, dan ilmu yang diwariskan para wali ini harus menjadi benteng serta bekal santri dalam menjawab tantangan zaman. Semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat dan membawa keberkahan,” pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Sunan Gresik Syekh Maulana Malik Ibrahim Religi asn Makam