Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Puncak Lebaran Ketupat di Randuboyo Gresik, Bocil hingga Remaja Semarakkan Tradisi Surak Iyo dengan Bawa Rantang

Hany Akasah • Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:14 WIB
Berjejer : Anak-anak hingga remaja di Desa Randuagung menata rantang mengantre makanan. (Hani/Radar Gresik)
Berjejer : Anak-anak hingga remaja di Desa Randuagung menata rantang mengantre makanan. (Hani/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Sudah beratus-ratus tahun, perayaan Lebaran Ketupat di Kabupaten Gresik menjadi momen puncak yang dinanti masyarakat. 

Salah satunya karena ada tradisi Surak Iyo” di Dusun Randuboyo, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Sabtu (28/12). 

Sejak pukul 06.00 WIB, anak-anak Dusun Randuboyo Desa Randuagung mengikuti tradisi Surak Iyo tersebut. 

Baca Juga: Dishub Gresik Tertibkan Truk Parkir Liar di Exit Tol Manyar

Mereka membawa berbagai wadah seperti rantang, timba, hingga gayung untuk berkeliling kampung, menyambangi rumah warga satu per satu.

Dengan penuh keceriaan, anak-anak melantunkan tembang khas “Surak Iyo” secara serempak. 

Suara riang mereka menggema di sepanjang jalan dusun, menciptakan suasana meriah yang menjadi ciri khas Lebaran Ketupat di wilayah tersebut.

Baca Juga: Pemkab Gresik Jamin Nasib PPPK Aman di Tengah Kebijakan Pemangkasan Dana Transfer Pusat

“Surak iyo pager jaro kembang gubis, Ucha Uqi ojo nangis-nangis nek nangis dikemplang linggis, surak iyo pager jaro kembang dara, Ucha Uqi ojo lara-lara nek lara oleho tamba, surak yo pager jaro kembang pacar, nek mari podo buyar,” teriak peserta Surak Iyo dengan penuh semangat. 

Tradisi ini tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga membawa berkah bagi anak-anak. 

Mereka mendapatkan beragam hidangan khas Lebaran seperti ketupat, lontong, opor ayam, hingga lepet. Tak hanya itu, warga juga membagikan uang sebagai bentuk berbagi kebahagiaan.

Tradisi : Surak Iyo lebaran Ketupat di Desa Randuagung semakin semarak.
Tradisi : Surak Iyo lebaran Ketupat di Desa Randuagung semakin semarak.

“Bangun pagi habis salat Shubuh ke rumah Mbah di Randuboyo,” kata Najma Ayucha, 12 tahun. 

Baca Juga: Pemkab Gresik Jamin Nasib PPPK Aman di Tengah Kebijakan Pemangkasan Dana Transfer Pusat

Bagi anak keturunan yang sudah berpindah rumah, momen ini menjadi alasan kuat untuk pulang kampung.

“Senang bisa ikut tradisi ini, sekaligus mengenalkan anak-anak dengan warga di kampung leluhur,” ungkapnya.

Secara historis, tradisi “Surak Iyo” diyakini telah ada sejak masa dakwah Sunan Giri. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

Kemeriahan Lebaran Ketupat tidak hanya terasa di Randuboyo. Di Desa Suci, warga menggelar tradisi “Udik-udikan” dengan membagikan uang receh untuk diperebutkan. Sementara di Desa Kauman, masyarakat merayakannya dengan saling berkunjung antar tetangga, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.

Baca Juga: Sambut Tradisi Kupatan, Warga Gresik Mulai Ramai Berburu Anyaman Janur

Menariknya, tradisi ini diikuti oleh berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Warga dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga non-muslim dan keturunan Arab turut berbaur dalam perayaan.

Lebaran Ketupat di Gresik dengan ragam tradisinya menjadi bukti kuat bahwa nilai gotong royong, kebersamaan, dan kearifan lokal tetap terjaga di tengah arus modernisasi. Lebih dari sekadar perayaan, tradisi ini menjadi simbol eratnya tali silaturahmi masyarakat. (han)

Editor : Hany Akasah
#lebaran #gresik #ketupat #kebomas #Randuagung