RADAR GRESIK – Meski merupakan kudapan khas Betawi, kue dongkal kini tengah naik daun dan menjadi buruan warga Kabupaten Gresik untuk menu berbuka puasa.
Teksturnya yang empuk serta perpaduan rasa manis-gurih membuat jajanan tradisional ini laris manis di tengah bulan Ramadan.
Salah satu penjual yang meraup berkah adalah Septian, pria asal Sukodadi, Lamongan. Setiap sore, mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, ia menggelar lapaknya di pinggir Jalan Raya Desa Betiting, Kecamatan Cerme.
Meski baru sebulan berjualan, Septian mampu meraup omzet bersih mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari.
Kepopuleran kue dongkal miliknya tak lepas dari media sosial. "Awalnya hanya coba-coba belajar dari kakak, ternyata banyak yang suka. Bahkan sempat viral, jadi banyak warga yang penasaran ingin mencicipi," ujar Septian.
Daya tarik utama lapak ini adalah proses pembuatannya yang dilakukan langsung di lokasi (fresh from the oven). Saking ramainya, pembeli bahkan harus mengambil nomor antrean agar tetap tertib saat menunggu kue matang.
Kue dongkal terbuat dari bahan sederhana namun kaya rasa, yaitu campuran tepung beras dan parutan kelapa, dengan isian gula aren atau gula jawa yang meleleh saat dikukus, serta sedikit air garam untuk menyeimbangkan rasa.
Adonan tersebut dimasukkan ke dalam kukusan bambu berbentuk tumpeng dan dikukus selama kurang lebih 20 menit. Dalam sehari, Septian mampu menghabiskan hingga 13 kukusan tumpeng, di mana satu tumpeng bisa dibagi menjadi 20 porsi.
Harga yang dipatok sangat ramah di kantong, yakni Rp10 ribu untuk porsi biasa dan Rp15 ribu untuk porsi jumbo.
Rani, salah satu pembeli asal Cerme, mengaku rela mengantre karena penasaran setelah melihat unggahan di media sosial. "Baru pertama kali coba karena viral. Harganya terjangkau, cuma Rp10 ribu sudah dapat porsi yang cukup untuk berbuka," ungkapnya.
Dengan tekstur yang lebih empuk dibandingkan kue putu pada umumnya, kue dongkal kini sukses menjadi salah satu takjil favorit yang melengkapi keceriaan Ramadan di wilayah Cerme dan sekitarnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah