RADAR GRESIK – Sunan Giri, atau Raden Paku, adalah salah satu tokoh Walisongo yang memiliki pengaruh besar dalam penyebaran Islam di Nusantara. Di Kabupaten Gresik, peninggalan bersejarah beliau masih bisa ditemukan, menjadi saksi bisu peran sentralnya sebagai ulama, pemimpin, dan seniman.
Menurut pegiat sejarah lokal, Muhammad Bashri, peninggalan-peninggalan ini mengandung makna mendalam yang memperkuat peran Sunan Giri dalam sejarah.
Berikut adalah beberapa peninggalan penting Sunan Giri yang ada di Gresik:
1. Petilasan Kerajaan dan Masjid Giri Kedaton
Situs Giri Kedaton yang terletak di Kecamatan Kebomas, dulunya adalah pusat pemerintahan dan pendidikan. Dalam Babad Gresik disebutkan bahwa di tempat ini, Sunan Giri mendirikan istana megah berlantai tujuh yang disebut "Kedaton Tundo Pitu".
Pembangunan istana ini juga berfungsi sebagai pesantren yang didirikan pada tahun 1468 Masehi. Di sini pula, Raden Paku dinobatkan sebagai raja dengan gelar Prabu Satmata dan mufti dengan gelar Tetunggul Khalifatul Mu'minin pada tahun 1481 Masehi. Giri Kedaton menjadi pusat ilmu pengetahuan yang menarik santri dari seluruh Nusantara hingga kekuasaannya berakhir pada tahun 1680 Masehi.
2. Sumur Gemuling
Berlokasi di Desa Gulomantung, Sumur Gemuling diyakini memiliki kaitan erat dengan perjalanan dakwah Sunan Giri. Menurut cerita, nama "Gemuling" yang berarti 'mengguling' berasal dari sebuah peristiwa. Saat Sunan Giri kesulitan mencari ember untuk mengambil air wudu salat Subuh, ia menggulingkan sumur itu dengan karomahnya agar airnya mudah diambil.
Kejadian ini merefleksikan kesederhanaan dan keajaiban yang menyertai dakwah beliau. Hingga kini, bentuk sumur yang miring menjadi pengingat kisah tersebut, dan situs ini masih ramai dikunjungi peziarah.
3. Telaga Kembar
Peninggalan lain yang bersejarah adalah Telaga Kembar, yang terletak sekitar 200 meter di sebelah barat daya makam Sunan Giri. Dua telaga yang berjejer ini memiliki nama berbeda: Telaga Pati di sisi barat dan Telaga Kerobokan di sisi utara.
Telaga ini dibangun oleh santri Sunan Giri dari Pati, Jawa Tengah. Telaga Pati digunakan untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari, sementara Telaga Kerobokan berfungsi untuk mencuci.
Peninggalan-peninggalan ini membuktikan bahwa Sunan Giri tidak hanya menyebarkan ajaran Islam secara spiritual, tetapi juga membangun peradaban, pendidikan, dan masyarakat yang terorganisir, meninggalkan jejak nyata yang masih dapat disaksikan hingga kini. (zah/han)
Editor : Hany Akasah