Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Setiap 11 September Diperingati Hari Radio Nasional, Berikut Sejarah Lahirnya Hari Radio Nasional

Hany Akasah • Jumat, 12 September 2025 | 01:35 WIB
Logo hari tadio ke 80 tahun
Logo hari tadio ke 80 tahun

RADAR GRESIK - Setiap tanggal 11 September, bangsa Indonesia memperingati Hari Radio Nasional, yang bertepatan dengan ulang tahun Radio Republik Indonesia (RRI). Pada tahun 2025 ini, RRI genap berusia 80 tahun dan mengusung tema "Memperkuat Peran RRI Mendukung Tujuan Negara, Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju".

Tema ini menegaskan kembali komitmen RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang mengawal persatuan dan kesejahteraan bangsa menuju Indonesia yang lebih maju.

Untuk merayakan hari jadinya, RRI meluncurkan logo baru yang penuh makna. Desainnya melambangkan perjalanan panjang RRI dalam mendukung kemajuan Indonesia. Angka 80 yang saling terhubung dalam logo ini menyimbolkan perjalanan delapan dekade RRI yang terus maju dan berkolaborasi.

Perpaduan warna biru dan hijau pada logo merepresentasikan profesionalitas, kepercayaan, serta keberlanjutan dan transformasi RRI dari era analog ke digital. Lingkaran tanpa putus melambangkan jangkauan siaran RRI yang tak terbatas, menjangkau seluruh pelosok Indonesia tanpa henti. Desain modern dengan efek 3D menunjukkan relevansi RRI di era digital saat ini.

Hari Radio Nasional memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Semua bermula sebulan setelah stasiun radio Jepang, Hoso Kyoku, berhenti siaran pada 19 Agustus 1945. Kekosongan informasi ini membuat masyarakat Indonesia kesulitan mendapatkan berita, terutama terkait perkembangan penting setelah proklamasi kemerdekaan.

Menyadari peran vital radio sebagai alat komunikasi, sekelompok mantan pekerja Hoso Kyoku yang dipimpin oleh Abdulrahman Saleh mengadakan pertemuan dengan pemerintah. Mereka mengusulkan pendirian stasiun radio nasional. Namun, usulan untuk menggunakan peralatan bekas stasiun Jepang ditolak karena peralatan tersebut sudah masuk inventaris Sekutu.

Meskipun menghadapi kendala, Abdulrahman Saleh dan rekan-rekannya tidak menyerah. Mereka mengambil inisiatif untuk membentuk Persatuan Radio Republik Indonesia (RRI). Organisasi ini dibentuk untuk melanjutkan siaran dari delapan stasiun radio yang ada di Pulau Jawa pada saat itu.

Pada tanggal 11 September 1945, sebuah pertemuan final diadakan yang menghasilkan kesepakatan untuk mendirikan RRI, dengan Abdulrahman Saleh sebagai pemimpinnya. Sejak saat itu, tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Radio Nasional, sekaligus Hari Ulang Tahun RRI. (ale/han) 

 

Seiring berjalannya waktu, fungsi RRI berkembang tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga sebagai media hiburan. Kini, RRI telah bertransformasi menjadi RRI Digital, yang dapat diakses melalui berbagai platform untuk menjangkau pendengar yang lebih luas di seluruh Indonesia. RRI terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk tetap menjadi suara yang menginspirasi, mendidik, dan mempersatukan bangsa.

Editor : Hany Akasah
#berita #gresik #radio #Nasional #rri