RADAR GRESIK - Puluhan warga dari empat desa di Pulau Bawean melakukan kunjungan edukatif ke TPS3R Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik, Rabu (7/5). Mereka datang untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah yang berhasil di Randuboto, terutama kemampuannya mengolah sampah tanpa menimbulkan bau tak sedap.
Setibanya di lokasi, rombongan Bawean dibuat kagum karena tidak mencium bau sampah. Kepala Desa Randuboto, Andhi, bersama Ketua KPP TPS3R Jurito dan perangkat desa lainnya menyambut dan menjelaskan alur pengelolaan sampah.
"Kami memiliki empat petugas pengangkut sampah dari rumah warga ke TPS3R. Di sana, sepuluh petugas memilah sampah sesuai jenisnya," jelas Andhi.
Baca Juga: Warga Desa Randuboto Gresik Ubah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Kompor
Ia mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah bukan hal mudah. Komitmen desa untuk lingkungan bersih mendorong pembangunan TPS3R. Awalnya, petugas pemilah sulit didapat karena masalah bau. Solusinya, desa menerapkan pengelolaan sampah organik sejak dari rumah dengan memanfaatkan lubang biopori dari ember bekas. Limbah organik terurai alami di tanah, menghilangkan sumber utama bau.
Langkah pembuatan biopori kemudian diikuti oleh perangkat desa, BPD, hingga warga. Meskipun awalnya banyak keluhan soal bau dan belatung, warga akhirnya terbiasa.
Untuk memperkuat program, Pemdes Randuboto menerbitkan Perdes yang mewajibkan pembuatan dua lubang biopori dan penanaman pohon bagi warga yang mengurus dokumen administrasi.
"Hingga kini, lebih dari 1.000 biopori telah dibuat di desa kami," ungkap Andhi.
Baca Juga: Amazon Van Java, Wisata Susur Sungai Bengawan Solo Naik Kapal Mini Fery Ngehits di Randuboto Gresik
Ia menambahkan, sampah kering seperti botol dan logam dijual, sementara plastik dimusnahkan menggunakan alat khusus. KPP TPS3R juga mengembangkan inovasi lain, seperti kompor ramah lingkungan berbahan bakar minyak jelantah dan oli bekas. "Kompor ini kami jual Rp 225 ribu sebagai solusi alternatif saat kelangkaan gas elpiji," terangnya.
Pihaknya menekankan bahwa tujuan utama pengelolaan sampah adalah solusi masalah lingkungan, bukan keuntungan semata.
Kepala Desa Pudakit Barat, Tobron, mengaku terkesan dengan sistem di Randuboto. "Saya kaget karena tempatnya tidak bau. Ini penting agar masyarakat nyaman memilah sampah," pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah