GRESIK - Bandar Grissee kini jadi destinasi nongkrong penuh gaya bagi generasi Z. Hal itu tidak lepas dari banyaknya spot retro dan vintage yang tak hanya asik, tetapi juga syahdu saat malam tiba.
Keindahan nuansa lampu yang gemerlapan dan dekorasi yang menghadirkan nuansa masa lalu menjadikan tempat ini magnet bagi siapapun.
Di Bandar Grissee, setiap sudutnya menjadi panggung bagi kisah-kasih tak terlupakan. Angkringan pinggir jalan selalu meriah dengan para pengunjung yang saling berbagi cerita. Sementara warung-warung sekitarnya tak henti-hentinya menghela nafas kesibukan dengan pesanan yang membludak.
Di dalam kafe berestetika, pengunjung dapat menemukan tempat yang menyuguhkan kombinasi sempurna antara kenangan masa lalu dan kehangatan pertemuan saat ini. Bandar Grissee memang tempat yang tak hanya memikat mata, tetapi juga hati setiap pengunjungnya.
Selain itu, pengalaman wisata di Bandar Grissee semakin lengkap dengan adanya bus heritage. Bus itu menawarkan tempat duduk yang nyaman, dengan opsi tempat duduk tanpa atap di bagian atas, memungkinkan wisatawan menjelajahi kawasan Kota Tua.
Salah satu generasi muda, Marsya mengaku, tarif naik bus heritage sangat terjangkau, hanya Rp 5.000,00 memungkinkan pengunjung menikmati keindahan dan kedamaian Kota Gresik.
"Rasa kuliner di kawasan kota tua ini autentik dan harganya yang sangat bersahabat menjadikan setiap gigitan sebagai petualangan kuliner yang menggoda," kata Marsya.
Kota Gresik tidak hanya memikat mata dan telinga dengan suasana retro dan vintage, tetapi juga memanjakan lidah dengan jajaran jajanan kaki lima yang tak terlupakan. Sambil mengumpulkan banyak kenangan tak terlupakan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafpora) Pemkab Gresik drg Siafuddin Ghozali mengatakan, sejak dilaunching tahun lalu, Bandar Grissee kini menjadi destinasi wisata tua yang makin ramai. Banyaknya spot-spot foto di kawasan tersembut membuat Bandar Grissee tak pernah sepi pengunjung.
“Malam minggu juga makin ramai dengan adanya Pasar Malam Cokro,” kata Ghozali. (sya/han)
Editor : Hany Akasah