Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kopi Kom Khas Gresik, Lebih Dari Sekedar Ngopi, Terkenal Dengan Cita Rasa Tradisional yang Unik

Hany Akasah • Selasa, 30 April 2024 | 21:30 WIB
LEGENDA RASA UNIK : Kopi Kom lahir dari kebiasaan pelanggan memesan "telur dikom di kopi".
LEGENDA RASA UNIK : Kopi Kom lahir dari kebiasaan pelanggan memesan "telur dikom di kopi".

RADAR GRESIK - Bagi para pecinta kopi, mencicipi kopi khas suatu daerah selalu menjadi pengalaman yang menarik. Di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terdapat kopi unik bernama Kopi Kom yang tak boleh dilewatkan. Kopi ini bukan kopi biasa, karena memiliki ciri khas tersendiri yang berasal dari cara penyajiannya.

Sebutan Kopi Kom konon muncul karena para pelanggan di kedai Kopi Cak Awi yang terletak di Jalan Sindujoyo, kelurahan Kroman Gresik ini sering memesan telur jawa untuk dicampurkan ke dalam kopi.

Telur jawa tersebut terlebih dahulu direbus lalu dicampurkan ke dalam kopi panas, sehingga  menghasilkan rasa dan tekstur yang unik.

"banyak pelanggan yang memesan telur jawa "dikom" di kopi, dari sinilah kemudian melahirkan nama "Kopi Kom"." Ucap Muyaroh, pemilik warung kopi Cak Awi.

Dijelaskan Muyaroh, dirinya tidak tahu pasti alasan dan khasiat yang didapatkan setelah meminum kopi dicampur telur. Namun, kalau para pelanggannya bilang ini bisa menambah vitalitas karena memakai telur jawa.

"Katanya begitu, tapi saya juga tidak tahu pasti karena hanya meneruskan usaha keluarga," ujar anak kandung Cak Awi ini.

Kedai atau warung kopi yang berdiri di atas tanah seluas 6 meter x 7 meter ini selalu ramai dikunjungi para pemuda yang ingin sekedar menghilangkan penat.

Menurut Muyaroh, untuk membuat kopi kom ini tidak terlalu sulit. Kalau ada pelanggan yang memesan kopi kom, dirinya memberikan dua pilihan, apakah kopi kasar atau kopi biasa. Selain itu, juga disertakan telur jawa yang sudah direbus setengah matang.

"Untuk jumlahnya tergantung permintaan pelanggan. Kemudian telur di pecahkan di piring, setelah itu kopi dituang ke piring tersebut," jelas wanita yang memiliki tiga anak tersebut.

Dikatakannya, dalam sehari dirinya bisa menghabiskan 15 kilogram kopi bubuk. Sedangkan untuk telur, jumlah yang dihabiskan cukup bervariasi tergantung permintaan dari para pelanggannya.

"Kadang bisa mencapai 100 biji perhari, tapi tergantung jumlah pelanggan yang datang Dan warung ini pernah didatangi Pak Bondan Winarno," kata Muyaroh.

la menambahkan, untuk harga kopi ini juga cukup murah untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah. Harga kopi kasar hitam dengan satu buah telur hanya Rp 5 ribu, sedangkan kopi kasar susu dengan satu telur dihargai Rp 6 ribu. "Kalau hanya kopi saja, ya harganya cuma Rp 3 ribu," pungkasnya.

Sementara itu, Muhyidin salah satu pelanggan warung kopi Cak Awi mengaku sering kesini karena rasa kopinya yang nikmat. Selain itu, harganya juga cukup murah untuk dirinya yang bekerja sebagai buruh kasar.

"Saya biasanya pesan kopi susu pakai telur biar tidak terlalu pahit, ungkap Muhyidin singkat. (Dhe/Han)

Editor : Hany Akasah
#telur #KOM #gresik #Kopi #cak awi