Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Ritukan, Bangunkan Sahur dengan Tampilan Reog dan Pencak Macan

Hany Akasah • Sabtu, 15 April 2023 | 11:00 WIB
RITUKAN: Ratusan warga Ujungpangkah saat mengikuti tradisi Ritukan atau membangunkan sahur tiap akhir Ramadan. (Ist/Radar Gresik)
RITUKAN: Ratusan warga Ujungpangkah saat mengikuti tradisi Ritukan atau membangunkan sahur tiap akhir Ramadan. (Ist/Radar Gresik)
GRESIK - Tradisi ritukan atau membangunkan sahur tiap akhir Ramadan di Kecamatan Ujungpangkah berlangsung meriah. Sama seperti kegiatan patrol sahur pada umumnya, Ritukan dilakukan dengan cara membangunkan warga di sekitar lingkungan dengan suara alat musik dan lantunan salawat.

Yang membedakan pada kegiatan ini adalah para peserta pawai seni budaya seperti jaranan, pencak macan dan reog untuk memeriahkan acara tersebut.

Salah satu warga Rohman mengatakan Ritukan menjadi magnet tersendiri. Ritukan digelar mulai pukul 01.00 dini hari hingga menjelang sahur. "Warga berkumpul melihat aksi seni budaya, ini tiap akhir Ramadan. Kalau ada ritukan dengan meriah ini ya berarti sudah mendekati lebaran," ujarnya.

Ritukan tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta mempromosikan seni budaya tradisional yang ada di Ujungpangkah.  "Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa seni budaya tradisional yang ada di sini masih tetap hidup di semua kalangan," jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Pangkahwetan Syaifullah Mahdi menuturkan acara Ritukan diikuti banyak warga setempat, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.  Mereka antusias mengikuti pawai seni budaya tersebut, dan merasa senang bisa bersama-sama menikmati suasana Ramadan yang penuh keceriaan. "Ritukan di Pangkah sudah menjadi tradisi nenek moyang kami.  Saya ketika masih kecil sudah mengenal istilah ritukan," tuturnya.

Bagi warga Ujungpangkah, Ritukan merupakan momen berkumpul dan menikmati 10 hari terakhir Ramadan. Setelah itu, biasanya bersantap sahur bersama keluarga. Secara tujuan, Ritukan merupakan kegiatan membangunkan orang tidur untuk sahur. Nah acara ini juga untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta mempromosikan seni budaya. "Sejak saya kecil ritukan jadi menjadi tradisi. Pada reog tahun terakhir ada reog dan pencak macan serta seni budaya lainnya," pungkasnya.(*/han) Editor : Hany Akasah
#Tradisi #Tradisi Kampung #ramadan 2023