Beberapa peziatah ramai melangkahkan kaki di depan kompleks bangunan Makam Maulana Malik Ibrahim Gresik yang lokasinya berada di tepi Jalan Malik Ibrahim di Desa Gapuro Sukolilo. Kompleks makam itu tampak cukup bersih dan terawat dengan baik. Suatu hal yang membesarkan hati mengingat jasa besar sang maulana semasa hidupnya.
Ketua Yayasan Makam Maulana Malik Ibrahim Taufiq Harris mengatakan, banyak makna yang bisa dipahami dari bangunan makam Maulana Malik Ibrahim. “Semua arsitekturnya dibangun dengan penuh makna,” kata Taufiq.
Baca Juga : Diminta Mencari Tanah Seperti di Pasai Hingga Dirikan Pesantren
Memasuki kompleks makam terlihat ada sebuah gapura berbentuk paduraksa di sebelah kanan yang menjadi salah satu jalan masuk ke dalam cungkup makam. Selanjutnya, terdapat semacam ruang pengurus, dan di sampingnya terdapat bangunan terbuka berbentuk memanjang.
Paving blok di sekitar cungkup makam terlihat rapi dan terawat, serta dinaungi cukup banyak pohon-pohon kamboja dan pohon lainnya yang lumayan rindang.
Menurut Taufiq, bangunan Makam Maulana Malik Ibrahim sendiri memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan makam lainnya sehingga mempunyai daya tarik mempesona bagi wisatawan. Hal ini dapat dilihat dari bahan batu nisan dan gaya tulisan arab yang terdapat pada makam.
Baca Juga : Buyut Dirah dan Buyut Tohir, Babat Alas dan Sebarkan Islam di Roomo
“Batu nisan bergaya nisan Gujarat terbuat dari batu marmer berbentuk lunas kapal khas Gujarat, serta model tulisan arabnya banyak dijumpai di negei Gujarat,” kata Taufiq.
Bukan hanya bangunan Makam Maulana Malik Ibrahim sendiri, suasaran Arab juga terasa di sekitar makam. Hampir 50 persen penduduk sekitar merupakan keturunan Arab. Bahkan, menjadi bagian dari wisata kota lama bernuasan Arab di Kabupaten Gresik (nov/han) Editor : Hany Akasah