Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dari Pesantren Berubah Menjadi Kerajaan Islam Pertama di Tanah Jawa

Hany Akasah • Selasa, 11 April 2023 | 17:05 WIB
Giri Kedaton kemudian berubah menjadi kerajaan yang dipimpin Sunan Giri dengan gelar Prabu Satmata. (Dok/Radar Gresik)
Giri Kedaton kemudian berubah menjadi kerajaan yang dipimpin Sunan Giri dengan gelar Prabu Satmata. (Dok/Radar Gresik)
GRESIK - Awalnya Giri Kedaton merupakan pesantren sebagai tempat belajar Agama Islam pada tahun 1478. Setelah Kerajaan Majapahit mulai melemah, Giri Kedaton kemudian berubah menjadi kerajaan yang dipimpin Sunan Giri dengan gelar Prabu Satmata.

Kerajaan Giri Kedaton resmi berdiri pada tahun 1487. Kerajaan ini merupakan yang pertama di tanah Jawa dan berdirinya berbarengan dengan Kesultanan Demak. Namun, saat awal berdirinya, Kerajaan Giri Kedaton tidak memiliki sistem keprajuritan.

"Sunan Giri tetap mempertahankan pesantren dengan para santrinya," ujar Muchtar Juru Pelihara Situs Giri Kedaton.

Pada periode awal, kerajaan Giri Kedaton memiliki empat raja. Yakni, Sunan Giri, Sunan Dalem, Sunan Seda ing Margi dan Sunan Prapen. Pada era Sunan Prapen inilah Kerajaan Giri Kedaton mencapai puncak kejayaan.

Baca Juga : Misteri Putri Cempo, Dari Negeri Campa Demi Islamisasi Majapahit

Kejayaan Kerajaan Giri Kedaton bukan karena mereka berhasil memenangkan perang hingga melakukan penaklukan wilayah. Tetapi Giri Kedaton menjadi tempat legitimasi kerajaan-kerajaan di Jawa. "Tidak ada sejarah pasti luasan wilayah Giri Kedaton. Karena mereka tidak didirikan untuk melakukan penaklukan wilayah," ungkapnya.

Dalam sejarahnya, Kerajaan Giri Kedaton dianggap mirip dengan Vatikan di Roma yang menjadi pusat agama Khatolik untuk melegitimasi kerajaan di Eropa. Sehingga, Giri Kedaton lebih menjadi suksesor Sultan dan Raja-Raja Islam di Jawa. "Dulu yang melantik Raja-Raja di Kerajaan Pajang Sunan Prapen," terangnya.



Dengan pengaruh kuat di antara kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa membuat posisi Giri Kedaton semakin diperhitungkan. Hampir seluruh peristiwa bersejarah selalu melibatkan Giri Kedaton termasuk perang Mataram dengan Surabaya.

Setelah Sunan Prapen wafat, penggantinya yakni Panembahan Kawis Guwa. Pada era ini, Giri Kedaton diserang oleh Kesultanan Mataram yang dipimpin Pangeran Pekik dari Surabaya. "Setelah serangan ini, kemudian Giri Kedaton menjadi bagian dari wilayah Kesultanan Mataram," ungkapnya.

Usai menjadi bagian Kesultanan Mataram dan wafatnya, Panembahan Kawis Guwa, pemerintahan Giri Kedaton dilanjutkan Panembahan Ageng Giri dan terakhir Panembahan Mas Witana.

Baca Juga : Diminta Mencari Tanah Seperti di Pasai Hingga Dirikan Pesantren

"Pada masa Panembahan Mas Witana, Giri Kedaton kembali diserang oleh Kesultanan Mataram di bawah Amangkurat II yang berkoalisasi dengan VOC Belanda. Setelah itu, pemerintahan Giri Kedaton diambil alih oleh Mataram," kata dia.

Diera pemerintahan Mataram, Giri Kedaton tidak lagi dipimpin oleh keturunan Sunan Giri melainkan langsung dari Mataram. Ada empat penguasa yang sempat memimpin di Giri Kedaton. "Ada empat dan raja terakhirnya yakni Pangeran Singosari. Yang setelah penaklukan Pusponegoro kemudian lari ke Jipang Panolan yang saat ini menjadi Cepu dan meninggal disana," imbuhnya. (rof) Editor : Hany Akasah
#raden paku #berita #giri #radar gresik #gresik #News #sunan giri #kedaton