Saat diberi aba-aba, para warga secara gotong royong langsung mengangkat gazebo berukuran 8×4 meter dengan cara dipanggul sejauh 200 meter.
Pengelola Wagos, Misbakhud Dawam mengatakan, kegiatan Tradisi Gugur Gunung bertujuan untuk melestarikan tradisi nenek moyang yang kini sudah mulai jarang ditemukan.
“Ini trasisi atau kearifan lokal warga Desa Gosari. Karena adanya Wagos ini hasil inisiatif warga bersama, sehingga semua bergotong-royong memajukan,” ujar Dawam, Senin (9/11) kemarin.
Dikatakan, pihaknya berharap tadisi ini bisa terus dilestarikan. Seperti yang dilakukan nenak moyang sebelumnya. “Mudah-mudahan tradisi ini tetap ada dan lestari. Kami juga ingin gazebo yang baru dipindahkan bisa bermanfaat bagi para pengunjung Wagos,” imbuhnya. Kegiatan Gugur Gunung ditutup dengan makan secara bersama-sama.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gresik, Agustin Halomoan Sinaga berharap tradisi yang saat ini berada di masyarakat tetap bisa dilestarikan
"Selain menjadi magnet wisatawan agar datang ke Gresik, kita juga memiliki kewajiban untuk selalu mengingat apa yang sudah dilakukan oleh nenek moyang," kata Sinaga. (fir/rof) Editor : Hany Akasah