Transformasi Danantara Mengakselerasi Kinerja SIG, Laba Semester I 2026 Melonjak 408,9 Persen

Cak Fir • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:54 WIB
Kinerja Gemilang : Pada enam bulan pertama tahun 2026 untung bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) naik 408,9%,
Kinerja Gemilang : Pada enam bulan pertama tahun 2026 untung bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) naik 408,9%,

JAKARTA – Transformasi dan pembenahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai menunjukkan hasil signifikan. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menjadi salah satu perusahaan pelat merah yang mencatatkan akselerasi kinerja paling menonjol dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 408,9 persen pada semester I 2026.

Kinerja tersebut mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, serta Rapat Paripurna DPR tentang RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pembenahan BUMN dilakukan secara besar-besaran untuk memastikan perusahaan negara semakin produktif, efisien, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) naik 408,9 persen,” kata Prabowo.

Lonjakan laba SIG tersebut menjadi salah satu gambaran konkret dari hasil transformasi yang tengah berlangsung di lingkungan BUMN. Pertumbuhan kinerja tidak hanya tercermin dari sisi profitabilitas, tetapi juga dari aktivitas bisnis perusahaan.

Pada semester I 2026, SIG mencatatkan volume penjualan sebesar 18,27 juta ton, meningkat 5,6 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 17,3 juta ton.

Pertumbuhan volume penjualan tersebut menunjukkan kemampuan SIG dalam mempertahankan sekaligus memperkuat kinerja bisnis di tengah dinamika industri semen nasional. Peningkatan aktivitas penjualan juga menjadi salah satu fondasi penting bagi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan.

Di bawah transformasi dan pembenahan yang dilakukan melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, SIG terus diarahkan untuk meningkatkan efektivitas bisnis, memperkuat daya saing, sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

Transformasi tersebut menjadi semakin relevan di tengah agenda pemerintah untuk menjadikan BUMN bukan sekadar perusahaan milik negara, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kinerja SIG juga menjadi bagian dari tren positif yang lebih luas di lingkungan BUMN. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa setelah dilakukan koreksi, laba BUMN pada 2024 tercatat Rp186 triliun dengan setoran dividen sebesar Rp85,5 triliun.

“Setelah kita koreksi, hasil BUMN tahun 2024 menjadi 186 triliun. Dividen BUMN di 2024 adalah Rp 85,5 triliun,” kata Prabowo.

Selanjutnya, laba BUMN pada 2025 meningkat 75,3 persen menjadi Rp326 triliun. Prabowo menegaskan angka tersebut merupakan hasil kinerja riil perusahaan negara.

“Rp 326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka,” tegasnya.

Peningkatan kinerja juga tercermin dari setoran dividen. Pada 2025, dividen BUMN mencapai Rp138 triliun atau naik 160 persen secara tahunan. Pemerintah bahkan memproyeksikan setoran dividen kembali meningkat hingga Rp200 triliun pada 2026, tanpa memperhitungkan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Dalam konteks ini, capaian SIG menjadi penting karena perusahaan berada di sektor strategis yang memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan nasional. Semen merupakan salah satu material utama yang menopang pembangunan infrastruktur, kawasan industri, perumahan, hingga berbagai proyek konstruksi.

Pertumbuhan volume penjualan SIG sekaligus menunjukkan adanya penguatan aktivitas bisnis perusahaan. Dengan penjualan mencapai 18,27 juta ton sepanjang enam bulan pertama 2026, SIG mampu mempertahankan posisi strategisnya dalam industri semen sekaligus mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan.

Transformasi korporasi pun tidak berhenti pada pencapaian profit. Pemerintah juga tengah melakukan perampingan struktur BUMN untuk memastikan perusahaan negara yang dipertahankan benar-benar memiliki produktivitas dan kemampuan menciptakan nilai tambah.

“Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan. Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia,” ujarnya.

Bagi SIG, akselerasi kinerja tersebut menjadi momentum untuk melanjutkan transformasi bisnis sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Lonjakan laba 408,9 persen dan pertumbuhan volume penjualan 5,6 persen pada semester I 2026 memberikan sinyal positif bahwa transformasi perusahaan berjalan searah dengan tuntutan peningkatan produktivitas dan efisiensi BUMN.

Editor : Cak Fir
danantara kinerja positif semen indonesia