RADAR GRESIK – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan pelabuhan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran Safety Forum Triwulan II Tahun 2026 yang berlangsung di area TPK Teluk Lamong, Rabu (15/7/2026).
Mengusung tema "Lesson Learned Fatality Pelindo Grup Tahun 2026 dan Blind Spot Awareness", forum ini menjadi wadah strategis untuk berbagi pembelajaran dari berbagai insiden, mengasah kepekaan risiko, serta memperkuat sinergi keselamatan bersama seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga: Rekor Baru! Arus Peti Kemas Teluk Lamong Tembus 1,4 Juta TEUs di Semester I 2026
Komitmen tersebut dibuktikan dengan capaian fantastis 25.372.483 jam kerja aman di TPK Teluk Lamong sepanjang periode April hingga Juni 2026. Angka ini diraih berkat kolaborasi solid antara 175 pekerja organik TPK Teluk Lamong dan 945 tenaga kerja dari para mitra kerja.
Safety Forum Triwulan II ini diikuti oleh manajemen PT Terminal Teluk Lamong beserta jajaran mitra kerja strategis, di antaranya PT Pelindo Daya Sejahtera, PT BIMA, PT APERINDO, PT Lamong Energi Indonesia, Koperasi Pelabuhan Indonesia, PT Puskopal, PT Pelindo Husada Citra, PT MTI, PT TEDS, PT NPMA, hingga PT BST.
Rangkaian acara diawali dengan aksi penanaman pohon bersama di kawasan terminal sebagai simbol komitmen kolektif mewujudkan lingkungan kerja yang aman, asri, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Perkuat Konsep Green Port, Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Petakan Biota Laut
Dalam sambutan pembukaannya, Direktur Operasi dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa keselamatan kerja harus mendarah daging sebagai budaya, bukan sekadar pemenuhan regulasi.
"Keselamatan adalah nilai utama yang tidak dapat ditawar. Seluruh insan perusahaan maupun mitra kerja memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiap pekerjaan dilakukan secara aman sehingga setiap pekerja dapat pulang ke rumah dalam keadaan selamat. Budaya safety harus dibangun melalui kepedulian, disiplin, dan keberanian untuk saling mengingatkan," tegas Muhammad Syukur.
Hal senada disampaikan Terminal Head TPK Teluk Lamong, Pierre Rochel Tumbol. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan setiap insiden sebagai pelajaran berharga untuk memperkuat sistem mitigasi.
Baca Juga: Tingkatkan Layanan Kepelabuhanan, Terminal Teluk Lamong Perkuat Sinergi Bersama GINSI Jatim
"Setiap kejadian merupakan pengingat bahwa risiko selalu ada dalam setiap aktivitas operasional. Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari setiap peristiwa, melakukan evaluasi secara menyeluruh, dan memastikan seluruh tindakan pencegahan benar-benar diterapkan di lapangan," tutur Pierre.
Sesi inti forum diisi dengan pemaparan mendalam mengenai Lesson Learned Fatality Pelindo Grup Tahun 2026 yang mengulas kronologi, faktor penyebab, hingga langkah pemicu pencegahan insiden serupa.
Materi ini ditujukan untuk memperkuat budaya pelaporan dan memastikan kepatuhan prosedur operasional.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai Blind Spot Awareness. Mengingat tingginya mobilitas alat berat dan kendaraan di area terminal, kesadaran terhadap titik buta (blind spot) menjadi faktor kunci dalam mencegah potensi kecelakaan kerja di lapangan.
Baca Juga: Tingkatkan Layanan Kepelabuhanan, Terminal Teluk Lamong Perkuat Sinergi Bersama GINSI Jatim
Melalui Safety Forum ini, PT Terminal Teluk Lamong terus memantapkan langkah dalam membangun ekosistem kepelabuhanan yang andal, berdaya saing global, serta berstandar tinggi di bidang Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). (han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik