Kebomas – PetroNite Fest 2026 yang diselenggarakan PT Petrokimia Gresik mencatat perputaran ekonomi sebesar Rp14,4 miliar selama sembilan hari penyelenggaraan. Nilai transaksi tersebut menegaskan peran ajang ini sebagai instrumen penguatan ekosistem usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sekaligus penggerak aktivitas ekonomi lokal di Kabupaten Gresik.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan pameran berbasis pemberdayaan ekonomi mampu menciptakan permintaan yang signifikan bagi pelaku usaha. Selain memperluas akses pasar, PetroNite Fest juga memperkuat keterhubungan antara produsen lokal dan konsumen melalui ruang promosi yang terintegrasi.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengungkapkan PetroNite Fest merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas dan daya saing UMKM.
Menurutnya, tingginya nilai transaksi menjadi indikator bahwa pelaku usaha lokal memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didukung ekosistem bisnis yang kondusif serta akses pasar yang semakin luas.
“PetroNite Fest kami hadirkan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen Petrokimia Gresik untuk tumbuh bersama masyarakat. Alhamdulillah pameran ini ditunggu-tunggu masyarakat dan pelaku UMKM,” ujar Daconi, Rabu (8/7).
PetroNite Fest 2026 berlangsung pada 27 Juni hingga 5 Juli 2026 dengan menghadirkan 670 stan yang terdiri atas stan UMKM dan kuliner. Keberagaman peserta tidak hanya memperluas pilihan produk dan layanan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat rantai nilai ekonomi lokal melalui meningkatnya interaksi antara pelaku usaha dan konsumen.
Sepanjang penyelenggaraan, rata-rata nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,6 miliar per hari. Dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang membukukan perputaran uang sekitar Rp10 miliar, capaian tahun ini meningkat sekitar 44 persen.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya daya tarik PetroNite Fest sebagai agenda ekonomi daerah sekaligus menunjukkan semakin besarnya kontribusi sektor UMKM terhadap aktivitas perdagangan lokal.
Dari sisi partisipasi masyarakat, antusiasme pengunjung juga menunjukkan tren positif. Pada hari pembukaan, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 55.000 orang, sedangkan pada hari penutupan meningkat menjadi sekitar 65.000 orang. Selama sembilan hari pelaksanaan, jumlah pengunjung harian berada pada kisaran 30.000 hingga 65.000 orang.
Tingginya mobilitas pengunjung memberikan dampak langsung terhadap peningkatan omzet pelaku UMKM yang berpartisipasi. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penyelenggaraan event berskala besar tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga berfungsi sebagai katalis pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi masyarakat, perluasan jaringan pemasaran, serta penciptaan peluang usaha baru.
Keberhasilan PetroNite Fest 2026 memperlihatkan pentingnya sinergi antara dunia usaha, pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam membangun ekonomi daerah yang lebih tangguh. Kolaborasi tersebut menghasilkan efek berganda (multiplier effect) yang mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, kuliner, dan industri kreatif, sekaligus memperkuat posisi produk lokal sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Petrokimia Gresik berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi lokal,” tutup Daconi.
Editor : Cak Fir