Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dolar AS Tembus Rp18.095, Aktivitas Money Changer di Gresik Terpantau Landai

Novia Andriyani • Sabtu, 6 Juni 2026 | 12:20 WIB
Aktivitas di salah satu usaha money changer di Kabupaten Gresik terpantau sepi. (Dok/Radar Gresik)
Aktivitas di salah satu usaha money changer di Kabupaten Gresik terpantau sepi. (Dok/Radar Gresik)

RADAR GRESIK — Nilai tukar mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap Rupiah Indonesia terus menunjukkan penguatan signifikan hingga menembus angka Rp18.095,70 pada Sabtu (6/6).

Kendati lonjakan kurs ini terbilang cukup tinggi, kondisi aktivitas transaksi di sejumlah jasa penukaran mata uang asing atau money changer di wilayah Kabupaten Gresik terpantau masih relatif sepi.

Bahkan belum terlihat adanya gelombang kunjungan dari masyarakat yang memanfaatkan momentum meroketnya nilai mata uang tersebut untuk menukarkan simpanan dolar mereka ke dalam bentuk rupiah.

Baca Juga: Gali Ilmu Maritim Modern, Queensway Secondary School Singapura Pelajari Sistem Operasional PT Terminal Teluk Lamong

Kondisi landai ini diakui langsung oleh Arifin, salah satu pemilik usaha money changer di Kabupaten Gresik yang membeberkan bahwa pergerakan transaksi di tokonya masih berjalan normal seperti hari-hari biasa tanpa ada antrean yang berarti akibat masyarakat yang dinilai masih bersikap tenang dan cenderung menahan aset mata uang asing mereka demi mengamati pergerakan pasar lebih lanjut.

Saat ditemui langsung di gerai miliknya, Arifin mengungkapkan situasi di lapangan masih sangat kondusif.

"Meskipun nilai tukar Dolar AS sekarang sudah menembus angka Rp18.095,70, aktivitas di money changer kami di Gresik ini posisinya masih landai-landai saja. Sampai hari ini, belum nampak adanya peningkatan kunjungan yang signifikan dari warga yang ingin menukarkan mata uang asing mereka, terutama dari dolar ke rupiah. Sepertinya masyarakat masih wait and see atau melihat perkembangan situasi ekonomi dulu sebelum mengambil keputusan untuk melepas dolar mereka," jelasnya panjang lebar.

Baca Juga: Belum Lengkapi IPAL, 8 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Di-suspend

Situasi di lapangan ini terbilang berbanding terbalik dengan prediksi sebagian kalangan ekonomi yang sempat memperkirakan bahwa meroketnya nilai tukar dolar akan memicu gelombang aksi ambil untung (profit taking) secara massal oleh masyarakat di daerah.

Lebih lanjut, Arifin menambahkan bahwa rata-rata transaksi yang terjadi di mejanya saat ini masih didominasi oleh pemenuhan kebutuhan mendesak atau transaksi reguler harian.

"Transaksi yang kami terima masih seperti biasa, seperti pengiriman uang dari para pekerja migran Indonesia (PMI) asal Gresik di luar negeri atau kebutuhan akomodasi perjalanan ke luar negeri, bukan karena adanya kepanikan publik maupun spekulasi pasar yang berlebihan," imbuhnya. (nov/rir)

Editor : Hany Akasah
#money changer #rupiah #gresik #Uang #dolar