Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Langkah Progresif Green Port: Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Cetak Gardener Melek Sains

Hany Akasah • Kamis, 21 Mei 2026 | 12:15 WIB
Semangat : Para gardener PT Terminal Teluk Lamong kini dilatih untuk menghitung cadangan karbon. (Ist/Radar Gresik)
Semangat : Para gardener PT Terminal Teluk Lamong kini dilatih untuk menghitung cadangan karbon. (Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mengambil langkah progresif dalam memantapkan posisinya sebagai pelabuhan ramah lingkungan.

Berkolaborasi dengan Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT TTL menggelar Pelatihan Pengayaan Diversitas Tumbuhan di Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi nasional.

Agenda yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026 ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari Tim ESG (Environmental, Social, and Governance) serta para gardener (petugas taman) dari seluruh Terminal Petikemas (TPK) di bawah naungan PT TTL, yakni TPK Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian.

Baca Juga: Gandeng BRIN, Terminal Teluk Lamong Sulap Pelabuhan Jadi Oase Konservasi Titik Hijau

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud komitmen nyata perusahaan dalam mengimplementasikan prinsip ESG, khususnya pada aspek pelestarian lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati.

Melalui pelatihan ini, kompetensi para gardener di-upgrade agar memiliki cakrawala pandang yang lebih luas. Mereka tidak hanya dilatih untuk melakukan perawatan rutin tanaman, melainkan juga dibekali kemampuan teknis ilmiah.

"Para gardener kini diarahkan untuk memiliki pemahaman mengenai cara menghitung cadangan karbon (Carbon stock/C-stock) serta menyusun model ruang terbuka hijau yang ideal di kawasan Terminal Teluk Lamong," jelas Syaiful Anam dalam keterangan resminya, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: PT Terminal Teluk Lamong Catat Lonjakan Arus Petikemas Internasional hingga 91 Persen

Pelatihan intensif ini dikemas secara komprehensif selama dua hari dengan memadukan sesi kelas dan praktik lapangan. 

Pada hari peserta dibekali materi dasar yang mencakup teknik pembibitan tanaman, proses aklimatisasi, morfologi tumbuhan, hingga seni penataan lanskap.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknik budidaya dan pengelolaan tanaman secara berkelanjutan," papar Sugeng Budiharta, peneliti dari BRIN.

Sementata di hari kedua peserta melakukan studi lapangan ke Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan. Di sana, mereka membedah langsung metode pembibitan modern, perawatan tanaman koleksi, hingga sistem monitoring tanaman.

Baca Juga: Ekspansi Agresif: Arus Petikemas Internasional Terminal Teluk Lamong Melonjak 91 Persen

Melkisedek, salah satu gardener yang menjadi peserta, mengaku sangat antusias dengan materi baru yang didapatkannya, termasuk pengelolaan limbah pelabuhan.

"Kami mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya pengelolaan RTH berbasis biodiversitas. Kami juga dibekali cara memanfaatkan daun sebagai bahan pembuatan pupuk kompos ramah lingkungan. Harapannya ini bisa langsung kami implementasikan di lingkungan terminal," ungkap Melkisedek.

Melalui program peningkatan kapasitas ini, PT Terminal Teluk Lamong menegaskan komitmennya untuk mewujudkan ekosistem pelabuhan yang hijau (green port), sehat, dan produktif.

Baca Juga: Ekspansi Agresif: Arus Petikemas Internasional Terminal Teluk Lamong Melonjak 91 Persen

Ke depan, standarisasi pengelolaan RTH berbasis riset ini akan direplikasi di seluruh kawasan TPK di bawah manajemen PT TTL. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi linier dan dampak nyata terhadap target dekarbonisasi dan penurunan emisi gas rumah kaca di sektor kepelabuhanan nasional. (han) 

Editor : Hany Akasah
#rth #gresik #karbon #BRIN #terminal teluk lamong