Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

JIIPE Perkuat Posisi sebagai Hub Industri Nasional dan Magnet Investasi di Jawa Timur

Cak Fir • Rabu, 13 Mei 2026 | 15:27 WIB
Sebagai salah satu kawasan industri dan pelabuhan terpadu terbesar di Jawa Timur, JIIPE terus berkembang menjadi pusat pertumbuhan industri strategis nasional sejak diresmikan Presiden RI ke-7 Joko Widodo pada 2018.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani (kanan) mendampingi Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjend Kohir kunjungan ke JIIPE.

Manyar – Penguatan sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan investasi dan pertumbuhan industri nasional. Hal itu mengemuka dalam kunjungan kerja Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir bersama Bupati Gresik dan rombongan ke kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Selasa (12/5).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, aparat keamanan, dan para pemangku kepentingan dalam menciptakan iklim investasi yang stabil, aman, dan kompetitif di Jawa Timur.

Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau sejumlah fasilitas industri strategis yang berada di kawasan JIIPE, mulai dari smelter pemurnian emas, industri gas, kaca, pupuk, hingga kawasan pelabuhan internasional. Rombongan juga melihat secara langsung aktivitas hilirisasi industri melalui proses pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Proses hilirisasi tersebut dinilai menjadi salah satu elemen penting dalam memperkuat struktur industri nasional. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas, hilirisasi juga mendorong efisiensi rantai pasok, memperluas penyerapan tenaga kerja, dan meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global.

Sebagai salah satu kawasan industri dan pelabuhan terpadu terbesar di Jawa Timur, JIIPE terus berkembang menjadi pusat pertumbuhan industri strategis nasional sejak diresmikan Presiden RI ke-7 Joko Widodo pada 2018.

Melalui konsep integrated industrial estate dan deep-sea port, kawasan ini menghadirkan integrasi antara industri, pelabuhan, dan konektivitas logistik dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Konsep tersebut dinilai mampu menciptakan efisiensi operasional industri sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi persaingan industri global yang semakin kompetitif.

Keberadaan kawasan industri terintegrasi seperti JIIPE juga memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari peningkatan investasi, pengembangan industri hilir, hingga pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.

Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir menegaskan bahwa stabilitas kawasan industri menjadi aspek fundamental dalam menjaga keberlangsungan investasi.

“JIIPE memiliki kawasan industri yang sangat strategis dan terus berkembang. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pengelola kawasan, pemerintah daerah, aparat serta seluruh stakeholder untuk memastikan ekosistem industri dan investasi tetap kondusif, aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan kawasan industri modern tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kemampuan seluruh pihak dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan kepastian investasi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur JIIPE Bambang Sutiyono menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam mendukung keberlangsungan aktivitas industri dan operasional pelabuhan di kawasan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sinergi semua pihak sehingga aktivitas industri dan operasional pelabuhan di kawasan JIIPE dapat berjalan dengan baik. Kami berharap JIIPE terus menjadi kawasan industri strategis yang mampu menarik investasi, memperkuat industri nasional dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,” katanya. (fir)

Editor : Cak Fir
#pemkab gresik #danrem #Industri #JIIPE