RADAR GRESIK – Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar Kuliah Umum bertajuk sinergi antara akademisi dan regulator keuangan di Hall Sang Pencerah, Rabu (13/5).
Agenda ini bertujuan membekali mahasiswa dalam menghadapi dinamika ekonomi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena keuangan digital.
Acara tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Indrawan Nugroho Utomo selaku Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Jatim serta Rahmat Fajar B. selaku Deputi Kepala Wilayah BEI Jawa Timur.
Diskusi yang dipandu oleh Churotul Dewi Anjani dengan menghadirkan 300 peserta yang terdiri dari 100 siswa SMA dan SMK dari sebelas sekolah di kabupaten Gresik serta perwakilan mahasiswa dari 32 prodi UMG untuk menyoroti krusialnya literasi investasi bagi kalangan muda atau Generasi Z.
Direktur Direktorat Humas, Protokoler, dan Kemitraan Dalam Negeri UMG, Dr. Moh. Agung Surianto, menekankan bahwa kolaborasi dengan OJK merupakan langkah strategis untuk memitigasi risiko keuangan di era digital.
Ia menyoroti maraknya transaksi pinjaman online (pinjol) yang kini telah mencapai angka ratusan triliun rupiah.
"Gen Z sangat akrab dengan gadget dan informasi. Namun, teknologi bak dua sisi mata uang; ada hal positif dan negatif. Literasi sangat diperlukan agar adik-adik semua tercerahkan dan bisa membedakan mana layanan yang legal dan ilegal," ujar Agung.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UMG, Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd, dalam sambutannya mengingatkan mahasiswa akan tantangan global. Merujuk data ILO, prediksi angka pengangguran global bisa mencapai 12,6 persen pada tahun 2030.
Untuk menjawab tantangan tersebut, UMG telah menerapkan kurikulum Outcome Based Education (OBE) dan konsep Realistic Education. Tujuannya, agar lulusan tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki ketahanan (resilience) dan kemampuan berpikir kritis.
Baca Juga: Menko Zulkifli Hasan Dorong Peran Strategis UMG dalam Percepat Swasembada Pangan
"Gen Z tolong jangan mudah rapuh dan jangan mudah putus asa. Di tahun 2030 nanti, mereka yang tidak memiliki daya tahan akan tergilas oleh keadaan. Perkuat soft skills dan kecerdasan finansial dari sekarang," tegas Prof. Khoirul.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indrawan Nugroho Utomo menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda guna menghadapi maraknya investasi ilegal, pinjaman daring, dan perilaku konsumtif yang dipicu oleh tren digital seperti paylater serta fenomena doomscrolling.
Sebagai lembaga yang bertugas mengatur, mengawasi, dan melindungi sektor jasa keuangan secara mikro, OJK mengingatkan bahwa kegagalan mengelola utang digital dapat berakibat fatal pada catatan SLIK, yang nantinya menghambat akses ke perbankan hingga kesempatan kerja.
Oleh karena itu, masyarakat khususnya perempuan sebagai pengelola keuangan keluarga didorong untuk menerapkan prinsip delayed gratification, membedakan kebutuhan dari keinginan, serta menjaga kerahasiaan data pribadi agar terhindar dari skema penipuan.
"OJK merupakan lembaga negara yang tugasnya itu mengatur, mengawasi, dan melindungi. Secara mikronya itu OJK, makro ekonominya itu ada di Bank Indonesia atau BI." jelas Indrawan
Rahmat Fajar B selaku Deputi Kepala Wilayah BEI Jawa Timur menekankan bahwa pasar modal menawarkan berbagai instrumen investasi mulai dari saham, obligasi (sukuk), hingga reksa dana dan produk derivatif seperti ETF serta Structured Warrant.
Pentingnya edukasi investasi sejak dini disoroti guna mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar menabung (saving society) menjadi masyarakat yang aktif berinvestasi (investing society) demi masa depan yang lebih terencana.
Dengan pengawasan ketat dari OJK dan dukungan infrastruktur dari BEI, KPEI, serta KSEI, investasi kini semakin inklusif dan terjangkau bagi kalangan pelajar maupun mahasiswa sebagai bentuk persiapan finansial sekaligus benteng terhadap risiko penipuan investasi online.
“Tips menjadi investor muda adalah kenali prinsip 3P yaitu Paham, Punya, Pantau, Awali dengan paham cara mengelola keuangan, menentukan tujuan investasi, serta mengenali risiko dan keuntungan. Pastikan Anda punya produk yang legal dan logis melalui diversifikasi aset dan pemahaman mendalam terhadap produk tersebut. Terakhir, terus pantau kinerja, kondisi terkini, serta pembaruan berita dan kebijakan agar investasi tetap terjaga." Papar Rahmat.
Kuliah umum ini diharapkan menjadi katalisator bagi mahasiswa UMG untuk lebih proaktif mengasah kreativitas serta literasi teknologi sebagai kunci utama memenangkan persaingan di masa depan.
"Anak Muda Sekarang Investor Masa Depan." Pesan Rektor UMG, Prof. Khoirul. (nov)
Editor : Hany Akasah