Manyar – Kinerja penjualan AKR Land pada awal 2026 menunjukkan akselerasi yang terukur, ditopang oleh penguatan fungsi kawasan komersial dan kavling industri. Model pengembangan berbasis integrasi antara aktivitas industri dan fasilitas pendukung dinilai menjadi determinan utama dalam mendorong permintaan lahan secara berkelanjutan.
Head of Region II AKR Land, Andy Setiawan, menyampaikan realisasi penjualan sepanjang 2025 telah melampaui Rp 60 miliar. Capaian ini tumbuh lebih 50 persen dibandingkan tahun 2024. Kenaikan ini merefleksikan adanya peningkatan demand yang signifikan, khususnya dari sektor industri turunan dan pelaku usaha penunjang ekosistem Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik.
"Pertumbuhan ini tidak terlepas dari efek aglomerasi ekonomi yang terbentuk di wilayah Gresik, terutama pasca beroperasinya fasilitas smelter. Keberadaan industri berskala besar menciptakan multiplier effect, baik dalam bentuk kebutuhan lahan industri, fasilitas logistik, maupun ruang komersial yang menunjang aktivitas bisnis kami," kata Andy disela-sela opening Damar Kurung food court.
Dijelaskan, permintaan terbesar saat ini berasal dari commercial area dan kavling industri. Ini menunjukkan adanya pergeseran kebutuhan pasar menuju kawasan yang terintegrasi dan memiliki konektivitas kuat dengan pusat aktivitas industri.
Sementara itu, dalam kerangka penguatan nilai kawasan (value creation), AKR Land juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis. Salah satunya pembangunan hotel bintang empat dengan brand Aloft Hotel setinggi 15 lantai. Kehadiran hotel ini diproyeksikan tidak hanya sebagai akomodasi, tetapi juga sebagai katalis aktivitas bisnis, termasuk meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE).
"Kami juga terus melakukan pengembangan infrastruktur kawasan melalui pembangunan gate area sebagai elemen akses utama yang berfungsi meningkatkan visibilitas, mobilitas, serta citra kawasan secara keseluruhan," imbuhnya.
Pada sisi ekosistem komersial, AKR Land juga memperluas jaringan tenant melalui penjajakan kerja sama dengan berbagai pelaku ritel modern. Diantaranya Family Mart serta sejumlah jaringan minimarket lainnya. Bahkan, perusahaan tengah mengeksplorasi potensi pengembangan fasilitas hiburan seperti mini bioskop guna memperkuat daya tarik kawasan berbasis lifestyle.
Dukungan terhadap fasilitas publik juga menjadi bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan. Klinik Petrokimia Gresik juga direncanakan membuka layanan kesehatan pada tahun ini, sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan bagi tenaga kerja dan masyarakat di sekitar kawasan industri.
"Kami memposisikan kawasan sebagai integrated economic hub. Sinergi antara sektor industri, komersial, dan layanan publik akan menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan daya saing kawasan di tingkat regional maupun nasional," pungkas Andy. (fir)
Editor : Cak Fir