Manyar – Kinerja pelayanan dan pengawasan Kantor Bea dan Cukai Gresik kembali menunjukkan peran strategis dalam mendukung aktivitas industri dan perdagangan internasional. Hal tersebut tercermin dari keberhasilan ekspor perdana produk solar glass yang dilakukan PT Xinyi Solar Indonesia dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik pada Selasa (03/03) kemarin.
Dalam pengiriman perdana, perusahaan mengekspor sebanyak 10 kontainer solar glass dengan tujuan India. Nilai devisa ekspor yang dihasilkan dari pengiriman ini tercatat mencapai lebih dari Rp1,9 miliar.
Keberhasilan ekspor ini tidak terlepas dari peran aktif Bea Cukai Gresik dalam memberikan pelayanan kepabeanan serta pendampingan kepada pelaku usaha di kawasan. Proses administrasi ekspor hingga pemanfaatan fasilitas kawasan ekonomi khusus dapat berjalan secara efisien, cepat, dan tetap akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Kinerja Gemilang 2025, Bea Cukai Gresik Kawal Industri dan Lindungi Masyarakat
Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Asep Munandar menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan optimal bagi pelaku usaha yang berinvestasi di kawasan strategis nasional.
Menurutnya, keberhasilan ekspor perdana ini tidak hanya menjadi capaian bagi perusahaan, tetapi juga mencerminkan pertumbuhan aktivitas industri di kawasan serta penguatan peran KEK JIIPE sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
“Kami memandang investasi dan ekspor ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE, salah satu Proyek Strategis Nasional yang berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Kami hadir untuk memastikan fasilitas kepabeanan mendukung percepatan realisasi proyek strategis nasional secara optimal dan akuntabel,” ujar Asep.
Baca Juga: Bea Cukai Gresik Torehkan Kinerja Pengawasan Terkuat dalam Satu Dekade, 27 Juta Batang Rokok Ilegal Berhasil Diamankan Sepanjang 2025
Ia menambahkan, Bea Cukai terus berupaya menciptakan sistem pelayanan kepabeanan yang responsif terhadap kebutuhan dunia usaha, tanpa mengesampingkan aspek pengawasan dan kepatuhan regulasi.
“Kami memastikan seluruh proses berjalan cepat, tepat, dan transparan sehingga pelaku usaha dapat memanfaatkan fasilitas kawasan secara maksimal. Pada saat yang sama, kami tetap menjaga tata kelola kepabeanan yang akuntabel dan sesuai ketentuan,” imbuhnya.
Kepala Administrator KEK Gresik, Ibnu Sina, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pelayanan yang diberikan Bea Cukai Gresik dalam mendampingi proses ekspor tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antarinstansi menjadi faktor penting dalam menciptakan kepastian layanan serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekosistem industri di kawasan ekonomi khusus.
“Sinergi antarinstansi, khususnya dengan Bea Cukai Gresik menjadi faktor kunci dalam memastikan pelayanan kawasan berjalan efektif serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha yang berinvestasi di KEK Gresik,” jelasnya.
Baca Juga: Bea Cukai Gresik Perkuat Tata Kelola Layanan Melalui Digitalisasi Sistem Persuratan Online
Ibnu Sina menjelaskan bahwa dari lima klaster industri yang dikembangkan di KEK Gresik, PT Xinyi Solar Indonesia merupakan bagian dari Klaster Industri Manufaktur dan Energi Terbarukan.
"Klaster ini melengkapi klaster industri lainnya, termasuk Klaster Industri Hilirisasi Mineral yang sebelumnya diisi oleh PT Freeport Indonesia," tandasnya.
Sementara itu, ekspor perdana solar glass ini menjadi indikator penting bahwa KEK Gresik mulai memainkan peran sebagai pusat pertumbuhan industri baru berbasis teknologi dan energi bersih. Selain meningkatkan kontribusi devisa melalui ekspor, investasi tersebut juga diharapkan dapat memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja lokal serta mendorong transfer teknologi di sektor industri energi terbarukan.
Kehadiran industri solar glass di kawasan ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri energi bersih yang terus berkembang, sekaligus menjadi bagian dari transformasi struktur industri nasional menuju ekonomi berbasis teknologi, hilirisasi, dan keberlanjutan. (Fir)