RADAR GRESIK- JAKARTA - Pemerintah resmi meluncurkan paket stimulus ekonomi Idulfitri 1447 Hijriah pada Selasa (03/03). Langkah ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap stabil menjelang hari raya.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menyampaikan melalui keterangan tertulisnya bahwa kebijakan ini mencakup aparatur negara, pekerja swasta, hingga kelompok masyarakat rentan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah rakyat.
Dalam penjelasannya, Seskab Teddy memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI/Polri, dan pensiunan diberikan sebesar 100 persen dengan total anggaran mencapai Rp55 triliun, atau naik 10 persen dari tahun lalu. Alokasi tersebut menyasar 10,5 juta penerima, yang terdiri dari 2,4 juta ASN Pusat/TNI/Polri (Rp22,2 triliun), 4,3 juta ASN Daerah (Rp20,2 triliun), serta 3,8 juta pensiunan (Rp12,7 triliun).
“Sudah mulai cair secara bertahap sejak 26 Februari 2026. THR berbeda dengan gaji ke-13 yang baru cair paling cepat Juni nanti,” tambah Seskab Teddy.
Terkait sektor swasta, pemerintah menegaskan kewajiban pembayaran THR secara penuh dan tepat waktu bagi 26,5 juta pekerja kategori Penerima Upah dengan total nilai ekonomi sebesar Rp124 triliun. Seskab Teddy menekankan bahwa THR wajib diterima paling lambat H-7 Lebaran dan tidak diperkenankan dibayarkan secara mencicil.
“Perusahaan yang melanggar akan kena sanksi administratif plus denda 5 persen. (Penerima) 26,5 juta pekerja (Peserta aktif BPJS Naker kategori Penerima Upah), (total) Rp124 triliun,” tegasnya.
Baca Juga: Atasi Kemacetan, Dishub Gresik Rutin Sisir Parkir Truk di Exit Tol Manyar dan Kebomas
Kabar baik juga menyasar mitra pengemudi ojek daring dan kurir melalui skema Bonus Hari Raya (BHR). Pemerintah bersama perusahaan aplikator seperti GoTo, Grab, Maxim, dan inDrive telah menyepakati dana sekitar Rp220 miliar untuk sekitar 850 ribu mitra pengemudi. Seskab Teddy menyebutkan bahwa koordinasi ini dilakukan agar manfaatnya segera terasa di lapangan.
“Penyaluran didorong lebih cepat, yaitu antara H-14 sampai H-7 Idulfitri,” tulisnya.
Sebagai pelengkap bantalan ekonomi, pemerintah turut menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk 35,04 juta keluarga. Selain itu, disiapkan pula subsidi transportasi senilai Rp911,16 miliar dalam bentuk diskon tarif untuk mendukung mobilitas mudik.
Baca Juga: Perkuat Operasional Lembaga Keagamaan, Bank Jatim Cabang Gresik Serahkan Bantuan Tiga Mobil CSR
Melengkapi paket stimulus ini, pemerintah juga memberlakukan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 agar mobilitas masyarakat lebih fleksibel.
“WFA (work from anywhere), berlaku untuk ASN dan pekerja swasta pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 agar mobilitas lebih fleksibel,” tandasnya.
Paket stimulus ekonomi ini bukan sekadar kebijakan fiskal, tetapi sinyal kuat bahwa negara hadir di tengah rakyat, memastikan Idulfitri 1447 H berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh keberkahan. (nov/han)
Editor : Hany Akasah