Kebomas – PT Petrokimia Gresik memulai proyek pembangunan tangki asam sulfat guna memperkuat pasokan bahan baku pupuk majemuk NPK nasional. Proyek ini mencakup pembangunan tangki berkapasitas total 40.000 ton.
Wakil Kepala Badan Pengaturan Aminuddin Ma’ruf menyampaikan, swasembada pangan nasional menjadi salah satu perhatian utama Presiden Republik Indonesia dalam Asta Cita. Ia mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia, termasuk Petrokimia Gresik yang selama ini dinilai berkontribusi signifikan dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional yang terealisasi lebih cepat dari target..
“Proyek pembanguan tangki asam sulfat ini menjadi komitmen dalam mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan. Dengan kondisi geopolitik dunia seperti sekarang, ketahanan pangan kita harus mandiri,” ujar Aminuddin Ma’ruf.
Ditempat yang sama, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menjelaskan, asam sulfat merupakan bahan baku utama dalam produksi pupuk majemuk NPK. Pembangunan tangki ini berfungsi strategis untuk mendukung keberlangsungan dan keberlanjutan produksi pupuk NPK di masa mendatang.
“Dengan pembangunan tangki ini, Petrokimia Gresik akan semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Dengan demikian, Petrokimia Gresik dapat memberikan kontribusi semakin besar lagi bagi terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan, melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian di Indonesia,” ujar Daconi.
Lebih lanjut disampaikan, sebagai pionir pupuk majemuk di dalam negeri sejak tahun 2000, Petrokimia Gresik telah menjadi rujukan teknologi pupuk NPK nasional. Saat ini, perusahaan memiliki total kapasitas produksi pupuk NPK sebesar 2,7 juta ton per tahun, menjadikannya produsen pupuk majemuk terbesar di Indonesia.
“Dengan keberadaan tangki ini, Petrokimia Gresik bisa terus meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK untuk mendukung ketersediaan pupuk di dalam negeri,” imbuh Daconi..
Sebagai catatan, tangki asam sulfat tersebut dibangun di kawasan Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tepatnya di area reklamasi tahap III dengan luas areal pembangunan mencapai 3 hektare. Proyek ini mencakup pembangunan dua unit tangki dengan kapasitas masing-masing 20.000 ton. Dengan tambahan fasilitas tersebut, total kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik akan meningkat menjadi 100.000 ton setelah proyek beroperasi.
Proyek pembangunan tangki asam sulfat ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Mei 2027 dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 18 bulan. Selain aspek kapasitas dan produksi, perusahaan juga menegaskan komitmen terhadap keselamatan kerja dan lingkungan.
“Kami pastikan proyek ini memperhatikan aspek-aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan baik. Petrokimia Gresik maupun kontraktor juga telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk penanganan kondisi darurat. Selain itu, dalam pengerjaan proyek ini kami juga mengutamakan aspek lingkungan,” tutup Daconi.
Editor : Cak Fir