Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Diserbu Warga Jelang Ramadan, Pasar Murah Gubernur Jatim di Cerme Gresik Ludes Diserbu Pembeli

Yudhi Dwi Anggoro • Rabu, 14 Januari 2026 | 21:39 WIB
PASAR MURAH : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pasar murah di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik.
PASAR MURAH : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pasar murah di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik.

RADAR GRESIK - Menjelang momentum Ramadan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggencarkan pasar murah di berbagai daerah. Pada Rabu (14/1) siang, gelaran pasar murah kembali digelar di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik, dan langsung disambut antusiasme ratusan warga.

Sejak dibuka, kawasan pasar murah dipadati pembeli, mayoritas ibu rumah tangga. Mereka rela mengantre demi mendapatkan beras SPHP dan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Dalam kegiatan ini, beras SPHP dijual seharga Rp 55.000 per kemasan 5 kilogram, sedangkan beras premium dibanderol Rp 70.000 per 5 kilogram.

Tak hanya beras, komoditas lain, seperti gula pasir dijual Rp 14.000 per kilogram dan minyak goreng Minyakita dilepas Rp 13.000 per liter. Telur ayam dijual Rp 22.000 per kilogram, sementara harga daging ayam potong hanya Rp 30.000 per kilogram.

Selain beras, telur ayam dan daging ayam menjadi komoditas paling diburu warga.

"Kalau sebentar lagi kita masuk dengan ramadhan, kebutuhan-kebutuhan logistik di rumah pasti akan meningkat. Ada kecenderungan kalau permintaan tinggi, lalu suplainya standar, harganya cenderung naik. Sekarang kita ingin menjawab kalaupun ada permintaan tinggi suplainya juga kuat begitu," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, setelah meninjau pasar murah.

Khofifah mengatakan, momentum ramadhan yang diperkirakan akan tiba dalam kurun waktu hampir satu bulan lagi, itu diharapkan tidak ada lonjakan harga bahan pokok.

Selain Kabupaten Gresik, Pemerintah Provinsi Jatim sebelumnya juga sudah menggelar pasar murah di sejumlah Kota/ Kabupaten seperti Sidoarjo dan Lamongan.

Ia pun menyebut, sejumlah bahan pokok seperti minyak goreng merek minyakita sudah mulai sulit dicari dan harganya cenderung naik.

"Mendekatkan layanan pasar murah ke masyarakat itu menjadi penting agar keterjangkauan daya beli masyarakat itu bisa tersubstitusi melalui pasar-pasar murah ini. Dari semua sembako yang dijual semuanya jauh di bawah harga pasar," paparnya.

Sementara itu, Salah satu warga, Kusmini (53), mengaku senang berbelanja di pasar murah lantaran harga jualnya yang lebih rendah dari pasar. "Saya membeli beras, ayam, telur, minyak goreng, dan semuanya karena harganya lebih murah. Selisih harga Rp3.000 sampai Rp4.000 per item," kata Kusmini.

Kusmini mengatakan, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional memang ada kenaikan. Apalagi menjelang bulan ramadhan ini, ia mengungkap kekhawatiran harga bahan pokok tidak terkendali. "Semoga ada kegiatan seperti ini lagi bisa membantu masyarakat membeli kebutuhan dapur," pungkasnya.(yud/han)

Editor : Hany Akasah
#Beras #PASAR MURAH #kHOFIFAH #jatim #pemprov