Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Harga Pupuk Turun, Petani Gresik Siap Sukseskan Swasembada Pangan Nasional

Muhammad Firman Syah • Kamis, 30 Oktober 2025 | 01:02 WIB
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menjadi narasumber dalam program Rembuk Tani di Kecamatan Balongpanggang.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menjadi narasumber dalam program Rembuk Tani di Kecamatan Balongpanggang.

Balongpanggang- Semangat petani di Kabupaten Gresik terus menguat seiring hadirnya program terintegrasi antara Pemerintah daerah dan Pupuk Indonesia dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan Rembuk Tani yang digelar Rabu (29/10), para petani memperoleh beragam informasi dan kebijakan baru yang mendukung peningkatan produktivitas serta kemudahan akses terhadap pupuk bersubsidi.

Yang terbaru pemerintah melalui Pupuk Indonesia Grup melakukan gebrakan nyata dengan memberikan diskon harga pupuk hingga 20 persen. Hal ini disambut gembira oleh petani di Kecamatan Balongpanggang.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menegaskan pihaknya tidam hanya memberikan diskon harga pupuk melainkan juga berperan aktif memperluas cakupan pupuk bersubsidi di seluruh Indonesia. Jika sebelumnya alokasi nasional hanya sekitar 5 juta ton, kini meningkat menjadi 9,5 juta ton sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Transformasi sistem distribusi juga menjadi prioritas kami. Kini petani cukup menggunakan KTP tanpa harus memiliki kartu tani. Mekanisme ini mempersingkat birokrasi sekaligus memastikan penyaluran pupuk lebih cepat dan tepat sasaran. Semua ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintahan Prabowo–Gibran untuk memperkuat pondasi swasembada pangan,” kata Rahmad.

Mendengar hal ini Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para petani yang konsisten menjaga ketahanan pangan daerah. Kebijakan penurunan harga pupuk subsidi semakin lengkap dan bisa dirasakan seiring dengan tren harga gabah yang kini berada pada kisaran Rp6.500 hingga Rp7.000 per kilogram.

“Ini saat yang tepat bagi petani untuk bangkit dan berdaya. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau. Penurunan harga pupuk hingga 20 persen menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk petani,” tutur Bupati Yani.

Bagi Gus Yani hal ini tentu menjadi indikator positif bagi kesejahteraan petani setelah melewati periode harga yang berfluktuasi. Bupati berharap Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gresik, Pupuk Indonesia pada program Rembuk Tani diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekosistem pertanian dari desa. 

Senada, Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan petani menjadi kunci keberhasilan dalam membangun kemandirian pangan. Ia mengungkapkan, Bulog tengah menyiapkan pembangunan gudang penyimpanan gabah seluas lima hektare di wilayah Balongpanggang.

“Kehadiran gudang Bulog ini akan mempercepat proses penyerapan hasil panen dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Dengan sistem penyimpanan yang baik, hasil pertanian bisa terserap maksimal dan nilai jualnya tetap kompetitif,” jelas Wabup Alif.

Di sisi lain, para petani merasakan langsung manfaat program tersebut. Jumanto, petani asal Desa Pinggir, mengaku kini tidak lagi kesulitan menebus pupuk bersubsidi.

“Sekarang prosesnya mudah, cukup pakai KTP. Harganya juga turun, jadi kami bisa mengatur biaya tanam lebih efisien. Pemerintah benar-benar memperhatikan kami,” ungkapnya.

Ketua Gapoktan Desa Brangkal Balongpanggang, Eko Susilo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah peduli terhadap nasib petani. Ia berharap kegiatan Rembuk Tani dapat menjadi agenda rutin yang memperkuat komunikasi antara petani dan pemerintah.

“Program ini bukan hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga membangun semangat kolektif petani untuk berinovasi dan beradaptasi dengan tantangan pertanian modern,” kata Eko.

Editor : Cak Fir
#pupuk subsidi #gresik #pupuk indonesia #Petrokimia Gresik #Petani