Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Petrokimia Gresik Dorong Efisiensi Energi dan Dekarbonisasi Pelabuhan Lewat Konsep Green dan Smart Port

Muhammad Firman Syah • Senin, 27 Oktober 2025 | 19:38 WIB
Photo
Photo

Kebomas – PT Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, terus memperkuat komitmen dalam mendukung efisiensi energi dan dekarbonisasi pelabuhan melalui penerapan konsep Green and Smart Port.

Upaya ini disosialisasikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) “Implementasi Green and Smart Port di Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS)” bersama sejumlah mitra di Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa penerapan Green and Smart Port membutuhkan kolaborasi dengan para mitra yang beroperasi di sekitar pelabuhan agar implementasinya berjalan optimal dan berdampak langsung terhadap efisiensi distribusi pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia.

“Pelabuhan menjadi simpul penting bagi Petrokimia Gresik dalam berinteraksi dengan mitra. Konsep Green and Smart Port yang efisien dan ramah lingkungan tidak bisa dijalankan secara mandiri, melainkan memerlukan dukungan dari seluruh pihak,” ujar Daconi di Gresik, Sabtu (25/10).

Menurutnya, transformasi menuju pelabuhan hijau dan cerdas merupakan langkah strategis untuk mendukung Sistem Logistik Nasional (Sislognas) yang dicanangkan pemerintah, sekaligus memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul utama logistik nasional.

Selain mendorong efisiensi dan konektivitas, inisiatif ini juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030, sebagaimana tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC).

Sejalan dengan komitmen tersebut, Petrokimia Gresik telah mengimplementasikan berbagai langkah nyata, antara lain penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk fasilitas kantor, motor listrik sebagai kendaraan operasional, penerapan lampu LED hemat energi, serta pengembangan green building. Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan sistem Digital Port Supervising melalui aplikasi Petroport dengan dukungan CCTV untuk memantau aktivitas pelabuhan secara real-time.

Daconi menambahkan, optimalisasi crane dan conveyor system turut berperan penting dalam meningkatkan efisiensi bongkar muat dan menekan biaya logistik. Efisiensi ini pada akhirnya berdampak pada daya saing produk dan keberlanjutan distribusi pupuk bersubsidi bagi petani di seluruh Indonesia.

“Green and Smart Port bukan sekadar inovasi, melainkan kebutuhan strategis untuk memperkuat daya saing usaha dan menjaga keberlanjutan distribusi pupuk nasional,” tegasnya.

Atas konsistensi tersebut, Pelabuhan Petrokimia Gresik telah meraih berbagai penghargaan. Tahun 2022, pelabuhan ini dinobatkan sebagai Green Port terbaik se-Indonesia oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Setahun kemudian, Petrokimia Gresik menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang menerima Green Port Award System (GPAS) dari APEC Port Service Network (APSN). Terbaru, pada 2024, Kementerian Kesehatan RI juga menganugerahkan predikat “Pelabuhan Sehat” kepada Petrokimia Gresik.

 

Editor : Cak Fir
#TUKS #petrokimia #Green & Smart Building #Port