Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dampak Keracunan Massal Akibat MBG, Siswi SMA 2 Cilacap Ciptakan "Ompreng" Pendeteksi Basi

Hany Akasah • Senin, 6 Oktober 2025 | 18:43 WIB
Keracunan massa hingga bikin inovasi
Keracunan massa hingga bikin inovasi

​Radar Gresik – Di tengah sorotan publik terhadap maraknya kasus keracunan makanan di berbagai daerah, terutama yang menimpa pelajar, dua siswi cerdas dari SMA Negeri 2 Cilacap, Jawa Tengah, muncul membawa solusi brilian. Mereka adalah Alya Meisya Nazwa dan Felda Triana Wati, yang berhasil merancang sebuah kotak makan futuristik yang diberi nama "Ompreng Pendeteksi Makanan Basi".

​Inovasi ini menjadi angin segar dalam upaya menjamin keamanan pangan, menawarkan solusi cepat dan akurat untuk mendeteksi kelayakan konsumsi makanan. Ompreng ini bukanlah kotak makan biasa. Alat ini berbentuk layaknya wadah bekal konvensional, namun dilengkapi teknologi canggih berupa sensor-sensor khusus pada bagian tutupnya.

​Untuk menguji kelayakan konsumsi, sampel makanan cukup dimasukkan ke dalam Ompreng, lalu ditutup. Dalam waktu singkat, hanya 3 hingga 5 menit, sensor akan bekerja membaca kondisi makanan, yaitu mendeteksi gas yang keluar sebagai penanda kebusukan.

Ompreng menggunakan sensor MQ135 untuk mendeteksi bahan pangan hewani, sementara sensor MQ3 bertugas menganalisis pangan nabati.

​Lahirnya Ompreng didorong oleh keprihatinan Alya dan Felda terhadap isu kesehatan yang mengancam pelajar, khususnya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alya menjelaskan motivasi di balik penemuan mereka.

​“Kami menciptakan alat ini karena prihatin banyak kasus keracunan makanan. Ompreng bisa mendeteksi kebasian makanan, terutama makanan MBG yang dibagikan di sekolah,” ujar Alya saat ditemui di sekolahnya, Kamis (2/10/2025).

​Hasil pembacaan sensor akan ditampilkan dalam bentuk indikator digital. Menariknya, alat ini juga terkoneksi dengan aplikasi berbasis Android bernama Blynk IoT melalui koneksi WiFi, memungkinkan pemantauan status kelayakan makanan langsung dari ponsel.

​Inovasi yang membawa manfaat nyata ini sukses membawa Alya dan Felda meraih juara II dalam ajang Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) Regional Jateng-DIY 2025. Ke depannya, kedua siswi ini berencana menyempurnakan Ompreng agar mampu mendeteksi jenis-jenis bakteri berbahaya, seperti E. coli dan Salmonella, sehingga perlindungan kesehatan masyarakat bisa semakin maksimal. (zah/han)

Editor : Hany Akasah
#Publik #ompreng #BRILian #Mbg #Mahasiswa #Pendektesian dini