RADAR GRESIK – Warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, mengancam akan menutup aktivitas produksi PT Linde Indonesia jika tuntutan kompensasi tidak segera dipenuhi. Aksi ini dipicu oleh dugaan dampak kebocoran dari pabrik milik grup perusahaan multinasional tersebut.
Sekretaris Desa Roomo, Achmad Zainul, mengungkapkan, warga merasa dirugikan atas insiden tersebut. Oleh karena itu, mereka sepakat mengajukan tuntutan kompensasi kepada pihak perusahaan.
"Cukup saya bawa lima orang perwakilan dari pemerintah desa dan BPD ke Linde, mewakili masyarakat. Kalau tidak ada itikad baik, Linde tutup. Karena dampak paling besar dirasakan warga Roomo," tegas Zainul, Senin (4/8).
Warga Desa Roomo menuntut kompensasi sebesar Rp1,5 juta per orang yang terdampak. Berdasarkan data Pemerintah Desa, jumlah penduduk Desa Roomo mencapai lebih dari 5.000 jiwa, terdiri dari 1.950 Kepala Keluarga dan 1.142 rumah.
"Bagi warga yang mengalami kerugian lebih besar, nilai kompensasi dihitung secara personal. Kami masih mentoleransi kompensasi dengan total maksimal hingga Rp2 miliar," jelas Zainul.
Zainul juga menyoroti kurangnya tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Linde Indonesia selama berdiri di Gresik sejak tahun 1997. Menurutnya, perusahaan belum pernah menyalurkan CSR secara konkret kepada warga sekitar, bahkan saat perayaan Hari Raya Kurban, PT Linde hanya menyumbangkan dua ekor kambing yang dinilai warga terlalu kecil.
Mediasi antara warga Desa Roomo dan pihak PT Linde Indonesia yang semula dijadwalkan hari ini, diundur menjadi Rabu (6/8) mendatang.
Head of Safety, Environment, and Quality (SEQ) PT Linde Indonesia, Andita Huda, membenarkan penundaan tersebut.
"Plt Kades Roomo meminta mediasi diundur ke hari Rabu dan sudah dikomunikasikan ke Pak Hamdi dari Komisi III DPRD Gresik," ujar Andita.(yud/han)
Editor : Hany Akasah