Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Pabrik Emas Antam di Gresik Mulai Produksi 2027, Targetkan Cetak 5 Juta Keping per Tahun

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 19 Juli 2025 | 21:14 WIB

 

Rapat dengar pendapat antara Komisi XII bersama para direktur MIND ID dan PT Antam. .
Rapat dengar pendapat antara Komisi XII bersama para direktur MIND ID dan PT Antam. .

Manyar – Komitmen hilirisasi sumber daya alam di tanah air terus diperkuat. Salah satunya dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang telah mengumumkan pembangunan pabrik manufaktur logam mulia di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Manyar Gresik.

Proyek senilai 70 juta dollar ASZ atau sekitar Rp 1,14 triliun ini diberi nama Proyek Avere. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal IV tahun 2027.

Direktur Utama Antam Achmad Ardianto mengatakan, kehadiran pabrik Antam di Gresik merupakan langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi emas dalam bentuk kepingan batangan dan koin emas, sekaligus menjawab tingginya permintaan masyarakat terhadap produk logam mulia.

“Saat ini kami sudah mempunyai proyek yang namanya Avere, berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Proyek ini akan mengolah 30 ton emas dan menghasilkan sekitar lima juta keping emas batangan dan koin per tahun,” jelas Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (16/7).

Selain menjawab kebutuhan domestik, proyek ini juga menjadi bagian dari strategi hilirisasi nasional yang memperkuat nilai tambah komoditas tambang dalam negeri. Emas yang diolah nantinya berasal dari tambang-tambang emas lokal, termasuk hasil pemurnian di smelter tembaga milik PT Freeport Indonesia (anak usaha MIND ID) di Manyar, Gresik.

“Kami sudah menjalin kerja sama dengan Freeport untuk menyerap emas hasil pemurnian di PMR (Precious Metal Refinery) mereka. Dengan demikian, produk emas dalam bentuk kepingan yang dijual ke masyarakat merupakan hasil olahan asli dari sumber daya bangsa Indonesia,” tegasnya.

Adapun saat ini, proyek pabrik emas Avere masih berada pada tahap pra-konstruksi. Akselerasi pembangunan dijadwalkan mulai kuartal IV tahun 2025, dengan target uji coba operasional (commissioning) pada akhir 2027.

Proyek ini sepenuhnya dimiliki oleh PT Antam Tbk dan akan menghasilkan emas murni dengan kadar 99,99 persen. Selain emas batangan, pabrik ini juga akan memproduksi koin emas dan logam mulia untuk kebutuhan industri nasional.

Dari sisi kinerja keuangan, PT Antam Tbk membukukan pertumbuhan signifikan pada kuartal I tahun 2025. Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp 2,32 triliun, melonjak hampir sepuluh kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 210,59 miliar. EBITDA Antam juga naik 518 persen menjadi Rp 3,26 triliun, dari sebelumnya Rp 527,61 miliar pada kuartal pertama 2024.

Kinerja ini turut didorong oleh pertumbuhan penjualan emas yang terus meningkat di pasar domestik. Produk emas Logam Mulia milik Antam makin diminati masyarakat seiring meningkatnya kesadaran menjadikan emas sebagai instrumen investasi dan lindung nilai (hedging) dari ketidakpastian ekonomi.

“Pertumbuhan kesadaran masyarakat untuk menggunakan emas sebagai instrumen investasi dan juga untuk hedging makin meningkat. Pabrik Avere ini hadir sebagai solusi untuk mendekatkan akses logam mulia ke masyarakat,” pungkas Achmad.

Anggota DPR RI Komisi XI, Thoriq Majiddanor menyambut positif hadirnya Antam di Kabupaten Gresik. Sebagai putra daerah Jiddan (sapaan akrabnya) menilai langkah ini akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan sektor industri pengolahan, penciptaan lapangan kerja baru, serta peningkatan kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

“Dampak fiskalnya juga besar. Ketika kita bisa mengolah dan menjual produk akhir, bukan bahan mentah, maka kontribusi pajak, royalti, dan devisa negara akan jauh lebih optimal,” kata Jiddan.

 

Editor : Cak Fir
#Emas #gresik #antam #JIIPE