RADAR GRESIK - KMP Gili Iyang, kapal vital yang melayani pelayaran Gresik-Bawean dan Lamongan-Bawean, kini menjalani docking (pemeliharaan rutin). Selama masa docking, yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Juli 2025, operasional KMP Gili Iyang dihentikan. Situasi ini menimbulkan kebutuhan mendesak akan kapal pengganti untuk memastikan konektivitas Pulau Bawean tetap terjaga.
Rencananya, KMP Drajat Paciran akan diturunkan untuk melayani trayek sementara ini. Kapal dengan kapasitas 350 penumpang tersebut memiliki kapasitas lebih besar dari KMP Gili Iyang.
Kehadiran KMP Drajat Paciran sangat dinantikan oleh masyarakat Pulau Bawean. H Moh Nur, seorang tokoh maritim dan kepelabuhanan di Bawean, mengungkapkan kekhawatiran terkait dampak ekonomi jika pasokan barang terhenti.
"Dari pengalaman sebelumnya saat KMP Gili Iyang docking, semua bahan pokok atau barang curah melambung tinggi. Tentu ini merugikan masyarakat Pulau Bawean," kata Moh Nur, yang akrab disapa Nung.
Menurutnya, kehadiran KMP Drajat Paciran akan memastikan pasokan barang tercukupi dan memberikan stabilitas ekonomi bagi masyarakat.
Rencana penggunaan KMP Drajat Paciran mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, termasuk AKD Desa, tokoh agama Nahdlatul Ulama (PCNU Bawean), dan lainnya.
Haji Nung menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada Dirjen Perhubungan, Gubernur, Bupati Gresik, dan pihak terkait lainnya.
"Semuanya mendukung. Kami tinggal menunggu kepastian jadwal. Saya yakin KMP Drajat Paciran akan beroperasi melayani rute pelayaran ke Pulau Bawean," ujarnya.
Selama KMP Gili Iyang tidak beroperasi, dua kapal cepat swasta tetap melayani rute tersebut. Namun, menurut H Moh Nur, kapal cepat ini tidak cukup untuk melayani mobilitas warga Bawean karena kapasitasnya yang kecil dan harga tiketnya relatif mahal bagi sebagian besar masyarakat.
Sejak KMP Gili Iyang berhenti beroperasi, banyak warga Bawean yang kesulitan mendapatkan tiket kapal. “Dengan kehadiran KMP Drajat Paciran, masyarakat akan memiliki opsi tambahan untuk penyeberangan Bawean, baik memilih kapal cepat atau kapal Roro KMP Drajat Paciran,” katanya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah