Ujungpangkah — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menggelar kegiatan Clean Up Day bertajuk Zero Waste Warriors Employee Steering Program di kawasan pesisir Kabupaten Gresik, Kamis (12/6).
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari karyawan PLN, relawan lingkungan, serta pelajar pecinta alam dari SMAN 1 Gresik. Aksi bersih-bersih sampah ini dipusatkan di kawasan pesisir yang rawan menjadi muara timbunan sampah, sekaligus sebagai upaya melestarikan ekosistem mangrove.
Senior Manager Keuangan dan Umum PLN UID Jatim, Kemas Abdul Ghofur mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung target nasional pengurangan sampah laut sebesar 70 persen pada 2025, sesuai dengan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Sampah Laut (RAN PSL).
"Saat ini Indonesia menghasilkan sekitar 64 juta ton sampah per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 7,68 juta ton adalah sampah plastik, yang sangat berpotensi mencemari lingkungan perairan," ujar Kemas.
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia merupakan salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia yang mencemari lautan. Jika tidak dikendalikan, diperkirakan jumlah ini dapat terus meningkat dan mengancam ekosistem pesisir dan laut.
"Hari ini kita hadir untuk menyuarakan permasalahan lingkungan yang menjadi tantangan besar dunia. Melalui kegiatan Clean Up Day ini, PLN berupaya mendorong kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat untuk mengurangi produksi sampah, khususnya plastik sekali pakai," tambah Kemas.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Sri Zubaidah, yang turut hadir dalam kegiatan ini, mengapresiasi langkah PLN yang dinilai nyata dan bukan sekadar seremonial.
"Saat ini kita menghadapi tiga krisis planet: perubahan iklim dengan musim yang tak menentu, kerusakan alam akibat penggundulan hutan, dan krisis sampah yang mencemari perairan. Dengan program seperti ini, PLN turut membantu kelestarian ekosistem mangrove di pesisir Gresik," ujar Sri Zubaidah.
Ia mengingatkan, kawasan pesisir seperti di Ujungpangkah menjadi muara sampah dari daratan. Jika tidak dikendalikan, ekosistem mangrove yang vital sebagai penahan abrasi dan habitat berbagai biota laut akan rusak.
Kepada para pelajar yang hadir, Sri Zubaidah berpesan bahwa planet ini bukan warisan nenek moyang, melainkan pinjaman dari generasi masa depan. Maka, menjaga kelestariannya menjadi tanggung jawab kita bersama.
Dalam kegiatan Clean Up Day ini, peserta berhasil mengumpulkan ratusan kilogram sampah, sebagian besar terdiri dari plastik kemasan sekali pakai. Selain itu, dilakukan pula penanaman bibit mangrove sebagai bagian dari rehabilitasi kawasan pesisir.
PLN juga menggandeng komunitas lokal BRUIN dan DLH Gresik untuk melakukan pemantauan berkala terhadap kawasan yang telah dibersihkan, serta mengedukasi masyarakat pesisir agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
Upaya PLN ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-14 (Life Below Water) dan ke-12 (Responsible Consumption and Production).
Secara global, data dari United Nations Environment Programme (UNEP) mencatat, sebanyak 11 juta ton sampah plastik mencemari lautan dunia setiap tahunnya. Tanpa intervensi, angka ini diperkirakan bisa naik tiga kali lipat pada 2040.
PLN berkomitmen terus memperkuat peran aktifnya dalam mendukung transisi energi berkelanjutan dan menjaga lingkungan hidup, baik melalui program pengurangan sampah, konservasi ekosistem pesisir, maupun penggunaan energi ramah lingkungan.
Editor : Cak Fir