Kebomas – Suasana pagi di kawasan wisata mangrove Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, tampak lebih semarak dari biasanya. Ratusan orang berkumpul untuk menanam 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata. Kegiatan yang digelar Sabtu (3/5) ini merupakan yang kesekian kalinya digelar oleh PT Wilmar Nabati Indonesia.
Dalam acara yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik itu, tidak kurang 111 peserta dari berbagai elemen dilibatkan. Mulai dari pemerintah daerah, komunitas lokal, hingga pelaku usaha terjun langsung ke lumpur untuk menanam bibit-bibit penyerap karbon tersebut.
Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik, Ridwan Brandes Nainggolan menyebut penanaman mangrove adalah komitmen jangka panjang perusahaannya terhadap ekosistem dan masyarakat Gresik.
“Sejak tahun 2016, kami telah menanam lebih dari 10.000 bibit mangrove di wilayah pesisir Gresik. Kegiatan ini kami lakukan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pengurangan emisi karbon,” kata Ridwan.
Bagi Wilmar, lanjut Ridwan, aksi yang dilakukan ini merupakan bagian komitmen kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai dan laut, mencegah abrasi, mengurangi emisi karbon, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat di Kabupaten Gresik.
"Melalui program WIlmar Go Green terus berkomitmen untuk melakukan penghijauan di Kabupaten Gresik," tegasnya.
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif menekankan pentingnya menjaga wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan krisis iklim.
“Mangrove tidak hanya mengurangi abrasi, tapi juga mampu menyerap karbon empat hingga lima kali lebih besar dibanding hutan tropis. Ini solusi nyata untuk menekan emisi karbon di wilayah kita,” ujar Wabup Alif.
Ia menambahkan bahwa kawasan ini punya potensi besar sebagai destinasi ekowisata berbasis komunitas.
“Suasananya tenang, edukatif, dan menyatu dengan alam. Ini bisa jadi daya tarik wisata baru yang berdampak langsung ke ekonomi warga,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Nawaksara, khususnya dalam pilar Pesona Gresik.
“Ini merupakan kontribusi konkret untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, terutama dari sektor blue carbon. Hal ini juga menjadi bagian dari Pilar Pesona Gresik dalam Nawaksara, yang mendorong revitalisasi ekowisata dan pelestarian pesisir,” pungkas Wasil. (fir)
Editor : Muhammad Firman Syah